Beranda Berita Bupati Blora Siapkan Klinik Untuk Antisipasi Lonjakan Pasien ODP Agar Blora Tetap...

Bupati Blora Siapkan Klinik Untuk Antisipasi Lonjakan Pasien ODP Agar Blora Tetap Aman

0
Berita blora bupati blora corona di blora
0 0
Read Time1 Minute, 55 Second

Wartapati.com Blora – sosialisasi covid 19 terus di galaka oleh pemerintah Blora sekaligus menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak dari penyebaran corona virus. 

Sarana yang disiapkan pemerintah blora salah satunya adalah  penyiapan klinik Bakti Padma yang bertempat di desa klopoduwur kecamatan banjarejo.

Klinik ini disiapkan antisipasi pasien ODP yang tidak tidak tertampung di rumah sakit.

 “Sosialisasi ini sebagai bentuk pengarahan dan memohon izin kepada masyarakat sekitar agar ikut mendukung kesiapan Klinik Bakti Padma untuk karantina pasien ODP Covid-19. Yang utama tetap rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, sedangkan klinik ini hanya untuk antisipasi atau jaga-jaga jika semuanya sudah tidak bisa menampung. Semoga saja Blora tetap aman,” ucap Bupati. Sabtu (28/3/2020)

Bupati Djoko Nugroho juga menegaskan bahwa penularan Covid-19 ini hanya melalui manusia antar manusia saja, tidak bisa melalui hewan atau udara. Yang membawa dan menularkan adalah orang yang usai bepergian dari daerah pandemic atau zona merah. 

“Justru yang di desa seperti Klopoduwur ini aman, asal tidak ada orang yang datang dari kota pandemi. Jadi masyarakat tidak perlu resah, klinik ini bukan untuk menampung pasien positif Corona, namun hanya untuk karantina ODP selama mengikuti observasi,” lanjut Bupati. 

Bupati Blora dalam kesempatan ini  juga menyampaikan jika klinik ini nanti dipakai maka tidak ada keluarga atau siapapun yang boleh menengok atau besuk. Yang boleh masuk hanya petugas atau tenaga medis sebagai bentuk antisipasi pencegahan virus jika pasien benar-benar positif.

“Data pasien juga akan kita buka jelas, tujuannya agar masyarakat tahu dan siapapun yang pernah kontak fisik dengan pasien bisa segera memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas, Klinik atau Rumah Sakit terdekat,” tambah Bupati.

Khusus untuk para pendatang atau pemudik dari luar kota, Bupati meminta agar Camat dan masing-masing Kepala Desa bisa melakukan pendataan untuk diperiksa petugas medis, serta diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah terlebih dahulu dan tidak keluar rumah.

Pemkab Blora saat ini juga sedang menyiapkan anggaran untuk penanggulangan dampak Covid-19 yang mulai dirasakan masyarakat. Tidak hanya dampak kelangkaan APD bagi tenaga medis, namun juga dampak ekonomi.

“Kita sisir APBD, proyek proyek yang dibiayai DAK dari Pusat dialihkan untuk anggaran tanggap Corona. Nilainya kurang lebih Rp 16 miliar,” kata Bupati blora. 

Kontributor : Wahyu
Editor : Dianovery


Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakKabar Duka Imam Suroso Anggota DPR RI Asal Pati Meninggal Dunia
Artikulli tjetërRembang Resmi Tetapkan Status KLB Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini