Beranda Berita Warta Jepara Bupati Andi Sidak Proyek Hunian di Kemojan

Bupati Andi Sidak Proyek Hunian di Kemojan

0
0 0
Read Time1 Minute, 56 Second

Wartatimes.com KARIMUNJAWA – Bupati Jepara Dian Kristiandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek The Startup Island oleh PT Levels Hotel Indonesia, di Desa Kemojan Kecamatan Karimunjawa, Sabtu (12/3/2022) sore. Kedatangan orang nomor satu di kota ukir itu ingin melihat secara langsung proyek properti yang sempat viral beberapa waktu lalu itu.

Bupati Andi datang di lokasi pembangunan ini ditemani sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. Diantaranya Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Herry Yulianto, Kepala Disparbud Zamroni Lestiaza hingga petinggi dan anggota BPD Kemojan.

Andi ingin memastikan bahwa proyek tersebut masih dalam koridor regulasi yang ada. Salah satu yang dia sorot adalah bidang tanah yang dicaplok proyek itu. Sehingga, pihaknya akan meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jepara untuk mengurus perkara itu.

“Berdasarkan keterangan dari Ketua RW dan anggota BPD serta petinggi ada sebidang tanah yang tidak sesuai kepemilikan haknya. Sehingga nanti kita minta BPN untuk mengecek ulang atas dasar masukan dari masyarakat yang menyampaikan atas dugaan posisi tanah yang berbeda,” kata Bupati Andi.

Bupati Andi menambahkan, pihaknya saat ini masih dalam status melakukan pengecekan ulang terhadap kegiatan proyek properti ini. Jika memang nanti terbukti tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, maka pihaknya tentu akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan. 

“Ketentuan perizinan, sekarang itu kan, menjadi ketentuan dan kewenangan pemerintah pusat. Karena lewat OSS (Online Single Submission). Ini kita lakukan pengecekan. Karena sempat ramai di media sosial. Jika nanti didapati tidak sesuai maka akan ada tindakan,” kata Andi usai berkeliling lokasi protek hingga ke bibir pantai.

Sekitar pukul 15.00 WIB, lokasi proyek The Start Up Island yang berada persis di pinggir jalan raya Kemojan-Karimunjawa tutup. Hanya ada dua penjaga di gerbang.

Dari pantauan, tak ada aktivitas proyek apapun. Begitu juga, tak ada satupun pekerja proyek yang terlihat. Di banyak titik, alat-alat proyek masih ada. Yaitu sekitar 20 mesin pencampur adukan semen ukuran kecil, tumpukan baja ringan, dua truk dam, satu mesin adukan semen ukuran besar, rangkaian besi untuk pagar, tumpukan besi dan urugan tanah di sejumlah titik.

Proyek tersebut berposisi menghadap laut. Lokasi ini sangat tepat untuk menikmati matahari tenggelam. Sementara ini, lahan bakal hunian dibagi menjadi tiga undakan. Undakan paling atas masih berupa urugan tanah yang diratakan. Undakan kedua sudah dibangun rangka bangunan membentuk rumah lengkung. Sedangkan undakan ketiga, masih berupa perataan lahan yang sampai ke bibir pantai. (Jambrong)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakMadu Lokal Go Internasional Berkat Lapak Ganjar
Artikulli tjetërBersama Anak-Anak PAUD, Dian Kristiandi Melepasliarkan Ratusan Tukik di Pantai Cemara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini