PATI – Jembatan di Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, yang rusak akibat diterjang banjir mulai diperbaiki. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengalokasikan anggaran sebesar Rp225 juta untuk menangani kerusakan jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga tersebut.
Perbaikan jembatan itu menjadi perhatian karena keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selama mengalami kerusakan, warga kesulitan melintasi jalur penghubung tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengatakan pekerjaan perbaikan jembatan sudah mulai dilakukan. Salah satu langkah awal yang dikerjakan adalah membangun jembatan darurat agar mobilitas warga tetap berjalan.
“Jembatan darurat dibuat agar warga bisa melintas terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain menyiapkan akses sementara, pengerjaan konstruksi jembatan permanen juga mulai dilakukan. Saat ini, pekerja telah memulai pembuatan abutmen atau pondasi jembatan sebagai bagian dari tahapan pembangunan.
Hasto menjelaskan, anggaran sebesar Rp225 juta tersebut digunakan untuk pembangunan jembatan dengan panjang 18 meter dan lebar 1,2 meter. Dengan ukuran tersebut, jembatan nantinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.
“Namun itu untuk peruntukannya hanya roda dua karena lebar 1,2 meter,” jelasnya.
Dia menyebutkan, proyek perbaikan jembatan tersebut telah berkontrak sejak 28 Oktober 2026. Pekerjaan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember mendatang.
“Harapannya akhir Desember jembatan itu sudah bisa digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Pemkab Pati sendiri masih memfokuskan penanganan infrastruktur di sejumlah wilayah. Selain perbaikan jalan, sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian pemerintah daerah agar akses dan mobilitas masyarakat kembali lancar.



































