Wartapati.com – Seorang pemuda asal Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, berinisial AF (24) meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK) dalam sebuah acara hiburan dangdut, Kamis (2/4/2026) malam.
Peristiwa berdarah itu terjadi saat pagelaran dangdut yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sedekah laut di Desa Bendar. Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan sebelum akhirnya mengalami luka tusuk serius di bagian perut.
Kakak korban, Mohadi, mengungkapkan bahwa insiden tersebut bermula saat korban berada di lokasi acara. Tanpa diduga, korban terlibat dalam keributan yang berujung pengeroyokan oleh sejumlah orang.
“Korban mengalami luka tusuk di bagian perut hingga mengenai organ dalam,” ujar Mohadi, Rabu (8/4/2026).
Usai kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Budi Agung selama satu hari, kemudian dirujuk ke RSU Suwondo. Namun, setelah menjalani perawatan selama total enam hari, nyawa korban tidak tertolong.
“Korban dirawat enam hari di rumah sakit dan meninggal dunia di RSU Suwondo pada (7/4/2026) malam,” jelasnya.
Peristiwa tersebut menuai keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit. Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
“Kami minta polisi mengusut tuntas dan segera menangkap pelaku, karena kejadian ini sudah memakan korban jiwa,” tegas Mukit.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan yang merenggut nyawa pemuda tersebut.











































