Beranda Berita Pati Tradisi Sedekah Laut Segera Digelar, Satpolairud Tingkatkan Pengamanan

Tradisi Sedekah Laut Segera Digelar, Satpolairud Tingkatkan Pengamanan

0
0 0
[the_ad_group id="2190"]
Read Time1 Minute, 23 Second

Wartapati.com — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati mulai melakukan langkah kesiapan menghadapi momen kupatan yang identik dengan beragam tradisi masyarakat pesisir. Pengamanan difokuskan pada kegiatan di alur Sungai Juwana hingga muara laut, seperti sedekah laut, lomban, dan larung sesaji.

Kasatpolairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengatakan pengamanan telah dimulai sejak Selasa (24/3/2026) dengan menyasar sejumlah desa di sepanjang aliran Sungai Juwana. Langkah ini dilakukan menyusul mulai meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.

“Sejak hari ini kami mulai melakukan pengamanan di Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Kebetulan jumlah wisatawan mulai mengalami peningkatan,” ujarnya.

[the_ad_group id="3651"]

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 13 desa di wilayah pesisir Pati dijadwalkan menggelar tradisi sedekah laut. Kegiatan tersebut berlangsung secara bertahap mulai 28 Maret hingga 19 Juli mendatang. Dari jumlah itu, tiga desa telah lebih dulu mengajukan permohonan pengamanan.

“Tiga desa itu di antaranya Desa Bajomulyo dan Desa Kedungpancing di Kecamatan Juwana, serta satu desa di wilayah Tayu,” jelasnya.

Dalam rangka memastikan kelancaran kegiatan, Satpolairud juga telah berkoordinasi dengan tim terpadu maritim untuk menggelar rapat internal guna menyusun rencana pengamanan selama rangkaian tradisi kupatan berlangsung.

Selain itu, pihaknya mengimbau panitia penyelenggara untuk mengutamakan aspek keselamatan, khususnya saat prosesi larung sesaji di laut. Panitia diminta menyiapkan perlengkapan keselamatan yang memadai, sementara pemilik kapal diingatkan agar tidak melebihi kapasitas muatan serta selalu memperhatikan kondisi cuaca.

“Masyarakat dan panitia kami minta benar-benar memperhatikan keselamatan, termasuk ketersediaan alat keselamatan dan kondisi kapal,” tambahnya.

Diketahui, selain Hari Raya Idulfitri, momen kupatan menjadi salah satu tradisi yang dinantikan masyarakat Pati. Beragam kegiatan sedekah laut biasanya digelar mulai H+7 Lebaran, seperti larung sesaji, lomba perahu naga, hingga wisata perahu menuju muara yang menarik minat wisatawan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini