Wartapati.com — Menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di wilayah Pati dipastikan belum dapat direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Pati mengaku masih menunggu proses asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengadaan barang dan jasa.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut.
“Mohon maaf masyarakat Kabupaten Pati untuk jalan rusak, baru bisa kita selesaikan setelah lebaran,” kata Chandra kepada wartawan ditemui di kantor Bupati Pati, Selasa (17/3/2026).
Chandra menjelaskan, saat ini KPK tengah melakukan asistensi terhadap proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pati, termasuk proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.
“Karena kita masih menunggu asistensi dari KPK. Jadi ada asitensi dari KPK terkait dengan pengadaan barang dan jasa,” terangnya.
Ia mengungkapkan, terdapat 10 proyek besar di Kabupaten Pati yang menjadi perhatian KPK. Namun, ia tidak merinci seluruh proyek tersebut. Salah satu yang termasuk di dalamnya adalah perbaikan jalan.
“Termasuk 10 proyek terbesar yang menjadi perhatian dari KPK. Proyek ini akan kami jalannya namun masih menunggu asistensi dari KPK yang nanti akan hadir setelah lebaran di Pati,” kata Chandra.
“Jadi mohon maaf memang kami masih menunggu karena keberadaan penanganan jalan ini harus kita asistensi kepada pihak KPK,” imbuhnya.
Meski demikian, Chandra memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk penanganan infrastruktur. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp230 miliar untuk tahun anggaran 2025 hingga 2026, namun realisasinya masih tertunda.
“Kita tetap ada anggaran tahun 2025 ke 2026, ada anggaran Rp 230 miliar yang diperuntukkan untuk penanganan infrastruktur. Cuma kami masih berhenti masih menunggu asistensi dengan KPK,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menyebut sejumlah ruas jalan di Pati saat ini dalam kondisi rusak, seperti berlubang dan lapisan aspal yang mengelupas.
Ruas jalan yang terdampak antara lain Guyangan–Runting, Juwana–Guyangan, Tlogowungu–Bapoh, Boloagung–Trimulyo, hingga Prawoto perbatasan Kudus. Selain itu, kerusakan juga ditemukan pada ruas Dukuhseti–Tayu dan Jenggolo–Pegandan.
“Kemudian ada ruas jalan Dukuhseti – Tayu dan Jenggolo Pegandan. Itu anggaran rehabilitasi jalan dan jembatan tahun 2026 kurang lebih Rp 200 miliar,” kata Hasto.










































