Wartapati.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati memprediksi ribuan pemudik mulai berdatangan ke wilayahnya pada arus mudik Lebaran 2026. Mayoritas pemudik merupakan warga Pati yang bekerja di ibu kota hingga luar Pulau Jawa.
Lonjakan kedatangan pemudik terpantau sejak H-7 Lebaran atau akhir pekan lalu. Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Kabid Dalops) Dishub Pati, Nita Agustiningtyas, menyebut peningkatan jumlah penumpang angkutan umum terjadi secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Setiap hari, sedikitnya 350 pemudik tiba di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Mina Tani melalui moda transportasi umum. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati hari raya.
”Dari H-7, Sabtu kmaren kenaikan jumlah penumpang angkutan umum yg tiba di Pati mencapai lebih dari 350 orang. Biasanya kondisi ini bertahan bahkan meningkat sampai dengan H-1 dengan jumlah kedatangan penumpang antara 350-400 perharinya,” ujar Nita, Selasa (17/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah pemudik yang datang ke Pati selama sepekan diprediksi mencapai 3.000 hingga 3.500 orang. Angka tersebut mencakup pemudik yang menggunakan angkutan umum, termasuk program mudik gratis, namun belum termasuk pemudik dengan kendaraan pribadi.
”Nggih kurang lebihnya (3.000-an) pemudik. Itu khusus pemudik dengan angkutan umum atau bis. Untuk kendaraan pribadi kami belum bisa mendeteksi,” ungkap Nita.
Sementara itu, Kepala Dishub Pati, Tony Romas Indriarsa, memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu (18/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026). Hal ini seiring dengan mulai liburnya sejumlah perusahaan.
”Puncaknya kita perkiraan Rabu (18/3/2026) besok sampai Jumat (20/3/2026),” katanya.
Mengantisipasi lonjakan pemudik, Dishub Pati telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pemeriksaan armada bus hingga kesiapan infrastruktur pendukung di jalan. Selain itu, penempatan personel juga diperkuat di sejumlah titik strategis.
”Kesiapan sendiri kita mempersiapkan personel di tiga pospam. Kita siapkan 12 personel kota bagi tiga sift setiap hari. Tanggal 13 Maret sampai 25 Maret itu kita siapkan. Personel di terminal juga kita siapkan. Termasuk ada kedatangan bis dari luar daerah. Kita antisipasi kalau ada lonjakan,” pungkasnya.











































