Wartapati.com – Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram atau gas melon pada saat Ramadan ini.
Bukan hanya sulit saja, harga di tingkat pengecer juga melonjak hingga Rp30 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Ida, warga Kecamatan Gembong, mengaku sudah tiga hari berkeliling mencari LPG 3 kg namun tak kunjung mendapatkannya.
“Sudah keliling Gembong tapi tidak dapat LPG 3 kilogram. Kalau di toko saya lihat ada tabungnga, tapi kosong semua,” ucapnya, Rabu (25/2/2026)
Menurut Ida, pekan lalu harga LPG 3 kg di wilayahnya sudah mencapai Rp27 ribu per tabung. Namun kini stok semakin sulit ditemukan.
Hal senada disampaikan Kasmini, warga Kecamatan Tlogowungu. Ia menyebut harga LPG 3 kg di daerahnya bahkan sampai Rp30 ribu. Padahal bulan lalu harga masih berkisar Rp25 ribu hingga Rp27 ribu.
Kasmini yang tinggal di lereng Muria mengungkapkan, lokasi rumahnya jauh dari pasar dan pusat keramaian. Meski begitu, ia menilai harga LPG di desanya kerap tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Kami berharap pemerintah mendengar keluhan warga dan segera bertindak,” ujarnya.
Begitupun dengan Yatun, warga Kecamatan Gunungwungkal, juga merasakan hal serupa. Ia mengatakan, harga LPG 3 kg di desanya berada di kisaran Rp30 ribu.
“Desa saya juga di lereng Muria, jauh dari pusat keramaian. Saya sudah mutar ke desa, tapi tidak dapat. Baru sore hari dapat dengan harga Rp30 ribu,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan tambahan pasokan LPG untuk wilayah Pati Raya dan sekitarnya.
“Hari ini kita salurkan tambahan untuk Pati Raya dan sekitarnya. Sebelumnya tanggal 17 Februari juga sudah ada tambahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kelangkaan LPG 3 kg tidak terjadi di seluruh wilayah, melainkan hanya di daerah tertentu.
Berdasarkan deteksi sementara, kondisi serupa juga terjadi di Blora dan Grobogan serta beberapa wilayah timur Pati.
Menurutnya, selain adanya peningkatan permintaan, terdapat indikasi ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memainkan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET, yakni Rp18.000 per tabung sesuai ketetapan gubernur.
“Belilah LPG di pangkalam terdekat dengan cara mengakses website ptm.id garis miring info lpg 3 kilo,” terangnya.
Masyarakat juga dapat mengecek lokasi pangkalan terdekat melalui situs resmi Pertamina agar terhindar dari harga tinggi di tingkat pengecer. Yakni
“Kami sarankan masyarakat tidak membeli di pengecer dengan harga yang melambung tinggi. Jika menemukan harga yang jauh di atas HET, segera laporkan ke kepolisian atau dinas terkait,” pungkasnya.










































