Beranda Berita Pati Tangis Korban Rob Pecah Saat Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Desa Tunggulsari Tayu

Tangis Korban Rob Pecah Saat Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Desa Tunggulsari Tayu

0
0 0
Read Time2 Minute, 21 Second

PATI – Tangis haru pecah di tengah genangan banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi datang meninjau lokasi, Selasa (23/6/2026).

Kehadiran gubernur bersama jajaran pemerintah daerah menjadi harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan rob.

Sejak siang, sejumlah warga telah menunggu kedatangan Ahmad Luthfi. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir rob yang terus menggenangi permukiman dan mengganggu aktivitas warga.

Salah seorang warga, Jumiah, tak kuasa menahan haru saat melihat rombongan gubernur tiba. Warga RT 5 RW 1 itu langsung mendekat dan menyampaikan keluh kesahnya.

Kehadiran Ahmad Luthfi bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra serta jajaran kepala dinas dari Pemprov Jateng dan Pemkab Pati membuatnya merasa diperhatikan.

Air mata Jumiah pun mengalir. Baginya, kesempatan bertemu langsung dengan gubernur dan pimpinan daerah menjadi momen yang sangat berarti di tengah kesulitan yang dialaminya.

”Alhamdulillah dikunjungi Pak Bupati dan Pak Gubernur seperti ada anugrah ilahi. Rakyat kecil ini diperhatikan Gubernur Jawa Tengah,” ujar korban banjr rob tersebut sambil berkaca-kaca.

Jumiah mengaku telah merasakan dampak banjir rob selama bertahun-tahun. Namun, kondisi terparah terjadi dalam dua tahun terakhir. Sedikitnya 30 rumah di Desa Tunggulsari terdampak genangan air laut yang masuk ke permukiman warga.

Genangan tersebut tak hanya merendam rumah, tetapi juga memukul perekonomian warga. Warung kecil milik Jumiah yang berada di rumahnya terpaksa berhenti beroperasi karena air menggenang hingga setinggi sekitar 50 sentimeter.

”Kurang lebih satu bulan lebih tidak bisa jualan sama sekali. Tadi jualan jajan di rumah. Tapi kurang lebih satu bulan tidak bisa jualan. Masuk rumah setengah meteran. Kalau pagi hari mulai jam 9 sudah pasang. Pasang surut banjir sudah satu bulan. Tapi banjir sudah dua tahun,” tutur dia.

Di tengah kondisi tersebut, Jumiah berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang rusak agar banjir rob tidak terus berulang. Menurutnya, kunjungan pejabat daerah harus diikuti dengan langkah nyata di lapangan.

”Nanti sambil berjalan semoga ada perbaikan. Karena posisi sungai tidak dirawat atau bagaimana ndak tahu ya,” tandas dia.

Menanggapi keluhan warga, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah akan segera melakukan penanganan darurat. Salah satu langkah yang diprioritaskan adalah memperbaiki tanggul yang rusak dan menjadi penyebab masuknya air ke permukiman warga.

”Bahwa yang paling utama penanganan yang paling dekat adalah menanggulangi tanggul rusak yang mengakibatkan air masuk rumah. Sehingga kita siapkan Rp 400 juta untuk membikin tanggul,” tutur Luthfi.

Menurut Luthfi, pembangunan tanggul tersebut merupakan solusi jangka pendek untuk mengurangi dampak rob yang saat ini dirasakan masyarakat. Sementara untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pembahasan lebih lanjut guna mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Kunjungan tersebut memberi secercah harapan bagi warga Tunggulsari yang selama ini berjuang menghadapi banjir rob. Mereka kini menanti realisasi langkah penanganan yang dijanjikan agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal tanpa dihantui genangan air laut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini