Beranda Berita Warta Jepara Pj Bupati Jepara Tetapkan Status Tanggap Darurat PMK

Pj Bupati Jepara Tetapkan Status Tanggap Darurat PMK

0
Didampingi jajaran Forkopimda Jepara Edy Supriyanta tetapkan darurat PMK di Jepara Selasa (19/7/2022) Jambrong/wartatimes
Didampingi jajaran Forkopimda Jepara Edy Supriyanta tetapkan darurat PMK di Jepara Selasa (19/7/2022) Jambrong/wartatimes
0 0
Read Time1 Minute, 36 Second

WARTAJEPARA – Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta menetapkan Kabupaten Jepara sebagai daerah dengan status Tanggap Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyebabnya yakni terus bertambahnya kasus baru. Kini PMK sudah menyerang ternak di 13 kecamatan yang ada di kota ukir.

Penetapan status tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tanggal 25 Juni tentang Penetapan Daerah Wabah PMK.

“Per hari ini, kita tetapkan tanggap darurat PMK di Jepara. Itu berdasarkan pada surat Menteri Pertanian,” kata Edy Supriyanta, Selasa (19/7/2022) didampingi jajaran Forkipinda Jepara.

Edy menuturkan jika ada sejumlah faktor yang membuat Jepara berstatus Tanggap Darurat PMK. Seperti terus meluasnya kecamatan terdampak. Saat ini, dari 16 kecamatan yang ada, hanya ada 3 kecamatan yang masih bebas dari PMK. Ketiganya yakni Jepara, Karimunjawa dan Kalinyamatan.

“Kasus PMK di Jepara mengalami trend kenaikan sejak 19 Mei 2022 lalu. Kini hanya tiga kecamatan yang masih hijau. Lainnya sudah ditemukan kasus,” jelas Edy.

Dengan ditetapkannnya sebagai Tanggap Darurat PMK, Edy langsung membentuk Satgas PMK Kabupaten. Satgas ini diketuai oleh Sekda Jepara, Edy Sudjatmiko. Satgas ini membuat posko aduan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jepara.

“Satgas yang sudah terbentuk saya harap langsung bekerja sampai ke bawah. Semua pihak, termasuk masyarakat harus ikut bergerak bersama menanggulangi wabah PMK ini,” tegas Edy.

Edy Supriyanta menambahkan, sejauh ini, jumlah ternak yang terjangkit PMK sudah mencapai 1.398 kasus. Yang sudah sembuh sudah 679 kasus. Sedangkan yang masih aktif sebanyak 689 kasus.

Edy menyatakan, dalam beberapa waktu ke depan, prediksi ternak yang akan terjangkit PMK sekitar 10 persen dari total populasi yang ada. Dengan rincian sapi 5.304 ekor, kerbau 757 ekor, kambing 3.220 ekor, domba 1.388 ekor dan babi sabanyak 107 ekor.

Sementara itu, lanjut dia, pada triwulan 1 tahun 2022, populasi sapi di Jepara sebanyak 53.038 ekor, kerbau 2.522 ekor, kambing 64.402 ekor, domba 27.762 ekor dan babi 322 ekor. (Jambrong)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakTerima Aduan Ada Pasien Tak Mampu Bayar, Pj Bupati Minta RSUD Kartini Tetap Berikan Perawatan Maksimal
Artikulli tjetër40 Tahun Digelar Di Jakarta, PASI Pilih Jateng Jadi Tempat Kejurnas Atletik 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini