Beranda Berita Nasional Ikut Pameran UVO 2021, Perajin : Lebih Praktis, Bisa Promosi Dari Rumah

Ikut Pameran UVO 2021, Perajin : Lebih Praktis, Bisa Promosi Dari Rumah

0
0 0
Read Time1 Minute, 46 Second

Wartapati.com SURAKARTA – Para perajin usaha kecil menengah (UKM), merasa terbantu dengan gelaran UKM Virtual Expo (UVO) sesi dua 2021 yang diselenggarakan Pemprov Jateng. Mereka merasa, pameran daring lebih praktis dan membantu promosi, akibat pameran offline yang tertangguhkan akibat wabah Covid-19.

Amin Sutiman, satu di antaranya. Pengusaha kerajinan kaca asal Kartasura itu merasa, UVO 2021 memudahkannya berpromosi. Bahkan, dari laman https://www.ukmvirtualexpo.com/ ada pelanggan yang memesan hasil kerajinannya.

“Ini lebih praktis. Dulu kalau mau pameran harus ke Jakarta atau ke kota lain. Sekarang dari rumah sendiri, kita bisa promosi. Kita nyantol satu, kemarin ada yang pesan suvenir pernikahan 300 buah, harganya Rp 110 ribu per buah,” ujarnya, Senin (20/9/2021) di Bank Jateng Cabang Surakarta.

Perajin lain, Sumartoyo mengungkapkan hal serupa. Bergerak di bidang batik kayu, ia menilai pameran seperti ini adalah pengganti pameran konvensional.

“Beberapa hari ikut UVO yang diprakarsai Dinas Koperasi dan UKM Jateng, ada empat buah gitar yang laku. Harganya Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. Pemesannya dari Wonosobo, Magetan, Solo dan tadi pagi dari Jepara” ucapnya.

Ia mengatakan, kelebihan pameran virtual adalah jangkauan pasar yang luas dan lebih mudah. Hal itu menurutnnya menggerakkan perekonomian perajin, yang mandeg diserang pandemi.

“Kondisi pandemi bikin pasar seolah buntu, dengan tidak adanya pameran offline. Dengan adanya UKM Expo produk diterima lewat online, barang laku. Harapan saya event seperti ini tetap digelar sebelum adanya pasar yang membolehkan kegiatan offline,” paparnya.

Perajin furnitur asal Sukoharjo, Rifky Baladraf mengaku diuntungkan dengan pameran tersebut. Ia berhasil menjual tiga set peralatan mebel senilai kurang lebih 30 juta rupiah.

“Kemarin ada dua coffee table yang terjual, masing-masing harganya Rp 12,5 juta dan Rp 18 juta. Ada juga coffee table senilai Rp 4,5 juta yang terjual,” jelas Rifky.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop) Jawa Tengah Ema Rachmawati menyebut, laman UVO sebagai jendela penjualan tetap dibuka setiap saat. Hanya saja, rangkaian acara penyelenggaraan yang berbatas waktu.

Selasa (21/9/2021) esok, Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan datang dan berbincang dalam ajang UVO. Beberapa buyer’s asal Belgia direncanakan hadir secara visual.

Adapun, kegiatan UVO 2021 didukung penuh oleh Bank Jateng, Bank Indonesia, OJK dan Kadin.Jambrong

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakEducative Homestay: Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh BEM FKIP UM
Artikulli tjetërCakupan peserta BPJS Cabang Pati mencapai 79 Persen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini