Home Berita Pati Bekas Kantor Satpol PP Pati Bakal Dijadikan Museum Cagar Budaya

Bekas Kantor Satpol PP Pati Bakal Dijadikan Museum Cagar Budaya

0
0 0
Read Time1 Minute, 29 Second

Wartapati.com – Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat menghidupkan kembali jejak sejarah daerah. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Minggu (19/4/2026), meninjau langsung bekas Kantor Satpol PP di Jalan RA Kartini, tepat di belakang Kantor Bupati Pati, yang akan segera direvitalisasi menjadi Museum Cagar Budaya Kabupaten Pati.

‎Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab untuk menghimpun benda pusaka dan warisan sejarah Pati yang selama ini tersebar di berbagai daerah. Selain itu, museum tersebut dirancang sebagai ruang edukasi gratis bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

‎Chandra menjelaskan, bahwa banyak artefak sejarah Pati saat ini berada di luar daerah, seperti di Yogyakarta, Kudus, hingga Museum Ronggowarsito. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk menarik kembali dan mengonsolidasikan peninggalan tersebut dalam satu lokasi yang mudah diakses publik.

‎“Kantor Satpol PP ini akan kita renovasi, kita jadikan museum cagar budaya Kabupaten Pati. Karena ternyata kita masih banyak benda-benda pusaka ataupun warisan budaya Kabupaten Pati yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Chandra.

‎Ia menambahkan, seluruh koleksi nantinya akan ditempatkan di lokasi bekas kantor tersebut. Museum ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran sejarah lokal yang inklusif dan terjangkau.

‎“Nanti kita letakkan di sini, sehingga masyarakat Pati, adik-adik sekolah bisa mempelajari sejarah daerahnya sendiri. Insya Allah segera kita realisasikan,” tegasnya.

‎Tak hanya berdiri sendiri, pengembangan museum ini juga akan terintegrasi dengan kawasan Pendopo Kabupaten Pati yang selama ini dikenal sebagai lokasi kegiatan outing class. Kawasan pendopo yang telah dirancang sebagai ruang terbuka edukatif akan dipadukan dengan museum menjadi satu paket destinasi pembelajaran.

‎Dengan konsep tersebut, Pemkab berharap museum ini tidak hanya menjadi pusat pelestarian sejarah, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang menarik. Optimalisasi kawasan pendopo juga diyakini mampu mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan sekaligus memperkuat pemahaman tentang sejarah dan kepemimpinan daerah.

‎“Sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah sendiri,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

test