PATI – Pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, mendapat sorotan. Proyek yang dikerjakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu dinilai sejumlah warga memiliki hasil pengerjaan yang kurang rapi dan tidak rata.
Sorotan tersebut membuat Komisi C DPRD Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek. Langkah itu dilakukan setelah anggota dewan menerima laporan dari masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengatakan laporan dari warga menyebut kondisi trotoar justru terlihat lebih buruk setelah dilakukan pembangunan.
“WA masuk ke kita, dari masyarakat, itu bangun trotoar tidak rata, tambah jelek. Akhirnya saya rapat dengan teman-teman, mereka mendapatkan laporan yang sama. Jadi langsung kita sidak,” katanya.
Menurut Joni, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati terkait proyek tersebut. Namun, dinas mengaku tidak mengetahui secara teknis pengerjaan trotoar karena proyek tersebut merupakan kegiatan dari pemerintah pusat.
“Paling tidak ada rancangan awal. Keramik yang kuning ini bekas, kayak didaur ulang. Makanya kalau tahu rancangan awal, PU bisa menegur. Makanya panggil pengawasan di pusat,” ujarnya.
Joni menyebut nilai proyek tersebut mencapai sekitar Rp14 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat. Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu, hasil pembangunan seharusnya bisa lebih baik.
“Kalau kata Pak Widio Rp14 miliar dari pusat. Tapi di kota kita. Yang lebih bagus tak kira itu. Tidak pantas ini. Isin aku,” ucapnya.
Selain persoalan kondisi trotoar, Joni juga menyoroti pengerjaan proyek yang hingga kini belum rampung. Padahal, berdasarkan informasi yang diterimanya, proyek tersebut ditargetkan selesai pada November.
Ia mempertanyakan rancangan awal proyek, termasuk penggunaan material trotoar. Joni juga menyoroti kondisi keramik lama yang dinilai masih digunakan dalam pengerjaan.
“Saya mau tanya rancangan awalnya gimana. Memang paving atau keramik. Kenapa keramiknya yang lama. Sudah disabilitas ini. Seolah-olah seperti direhabilitasi. Semoga kita ketemu dengan pengawasannya, kita tanya, ada masa pemeliharaan juga. Jangan sampai setelah musim hujan hancur ini, karena masangnya tidak rata. Kalau keramik aman. Punya kita dihancurin kemarin,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo Kusdiyanto, mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam pembangunan trotoar tersebut. Karena itu, pihaknya tidak mengetahui secara teknis persoalan pengerjaan di lapangan.
“Saat ini kita tidak terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan dari Kementerian PU melalui Balai Pelaksana Wilayah Semarang. Jadi DPU tidak terlibat dalam perencanaan maupun pengawasannya,” jelasnya.
Meski demikian, DPUTR Pati akan menampung keluhan terkait pembangunan trotoar tersebut dan menyampaikannya kepada pihak yang bertanggung jawab atas proyek.
“Jadi permasalahan kita tampung. Kita komunikasikan dengan PPK dari Balai Pelaksana Wilayah Semarang,” pungkasnya.




































