Wartapati.com – Mendekati hari raya Idul Fitri, ratusan kapal mulai berdatangan kembali ke Pelabuhan Juwana. Satpolairud Polresta Pati kini mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi mencegah terjadi kebakaran kapal.
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan menyebut dari data yang masuk tercatat sudah ada 329 kapal yang datang. Sementara yang menambatkan kapal di sekitar alur Sungai Juwana sebanyak 367 buah.
“Kedatangan kapal itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada minggu ini,” katanya.
Meski begitu jumlah tahun ini diperkirakan menurun bila dibandingkan tahun lalu. Penurunannya diprediksi mencapai 30 persen bila dibandingkan biasanya.
“Informasi dari ketua tim terpadu maritim agak turun. Untuk kapal yang tidak pulang ada sekitar 30 persen. Ada banyak faktor penurunan itu seperti karena cuaca serta hasil tangkapan ikan yang masih minim,” imbuhnya.
Satpolairud beserta tim gabungan kini telah mengambil sejumlah langkah persiapan untuk menyambut momen lebaran ini. Seperti melakukan pengaturan alur sungai Silugonggo yang mengalami penumpukan kapal.
“Dikarenakan penyempitan alur sungai dan banyaknya kapal yang bersandar menjelang lebaran. Belum lagi banyak kapal yang baru datang berebut masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk segera bongkar sebaliknya kapal yang selesai bongkar kesulitan keluar dari dermaga. Maka tim terpadu fokus dalam melakukan penataan alur,” terangnya.
Kompol Hendrik menyebut saat ini juga telah disiapkan posko terpadu maritim Juwana yang bertugas menjaga ketertiban, dan kelancaran aktivitas kawasan pelabuhan, TPI serta alur Sungai Silugonggo.
“Diantara tugas utamanya juga melakukan mitigasi bencana termasuk kerawanan kebakaran kapal. Seperti melakukan pengecekan alat pemadam kebakaran kapal dan kesiapan personil untk mengantisipasi insiden kebakaran di area padat kapal, serta mengedukasi awak kapal tentang pentingnya ketersediaan alat pemadam di atas kapal,” tambahnya.
Tim terpadu juga fokus dalam patroli untuk melakukan pengawasan pekerjaan panas atau aktivitas perbaikan kapal yang melibatkan pengelasan.
“Setiap hari kami patroli dan memberikan edukasi terkait bahaya kebakaran serta menekankan pentingnya alat keselamatan pada kapal yang sedang melaksanakan perbaikan kapal baik di dok atau di dermaga,” pungkasnya.








































