Beranda Berita Pendidikan Unik! Siswa Kelas XII SMAN 1 Pati Pentaskan Tradisi Sedekah Bumi untuk...

Unik! Siswa Kelas XII SMAN 1 Pati Pentaskan Tradisi Sedekah Bumi untuk Penilaian Akhir

0
0 0
[the_ad_group id="2190"]
Read Time2 Minute, 39 Second

Wartapati.com-Ada yang beda dari biasanya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati. Bukan alat sekolah dan bukan pula seragam harian yang dibawa oleh siswa, melainkan peralatan kesenian, atribut karnaval, baju adat, alat musik karawitan, hingga properti acara adat desa.

Selama dua hari, 11 dan 12 Februari 2026, halaman sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan. SMAN 1 Pati menggelar hajatan tradisi sedekah bumi yang diperagakan oleh siswa-siswi kelas XII.

Para siswa tampil nyentrik dengan pakaian adat serta properti khas suatu desa di Kabupaten Pati. Mereka memeragakan diri sebagai pengisi acara sedekah bumi, mulai dari pranatacara, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa (kades), seniman, pemain musik, dan warga setempat. Suasana pun terasa seperti perayaan desa sungguhan.

[the_ad_group id="3651"]

Kepala SMAN 1 Pati, Wiyarso menyampaikan bahwa kegiatan tradisi sedekah bumi yang dilakukan siswa sebagai ajang penilaian sumatif akhir jenjang. Mereka mementaskan tradisi sedekah bumi dengan memuat kolaborasi empat mata pelajaran (mapel), meliputi Pendidikan Agama, Bahasa Jawa, Pendidikan Kewirausahaan (PKWU), dan Seni Budaya.

“Acara ini ko-kurikuler empat mata pelajaran yang menjadi kolaborasi antara lain Pendidikan Agama, PKWU, Bahasa Jawa, Seni Budaya. Ini salah satu jenis penilaian sumatif akhir jenjang, kalau dulu dinamakan ujian praktik sekolah,” ucapnya kepada awak media.

Mengusung tema Konservasi Budaya dengan subtema Sedekah Bumi, setiap kelas menampilkan pementasan unik yang merepresentasikan tradisi dari berbagai desa di Kabupaten Pati. Seluruh siswa kelas XII dibagi dalam dua hari penampilan.

“Peserta semua kelas XII dibagi dua hari, ada 6 kelas hari ini, besok Kamis juga 6 kelas. Karena gabungan empat mapel, jadi materinya harus ada Bahasa Jawa semua menuturkan Bahwa Jawa, ada unsur budayanya, ada Pendidikan Agama seperti doa-syukuran dan lain sebagainya, ada PKWU yang siswa-siswi mengenalkan produk khas suatu desa,” ucapnya.

Desa-desa yang diangkat pun beragam, mulai dari Desa Cabak, Desa Sambirejo, Desa Randukuning, Desa Kropak, Desa Gabus, Desa Kaborongan, dan lainnya. Setiap penampilan dituntut menonjolkan kekhasan adat desa yang dipilih.

“Sedekah bumi desa maka menampilkan budaya di desa sesuai masing-masing desa yang diangkat. Ketika mengangkat desa A harus menyesuaikan gambaran desa itu,” ujar Wiyarso.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga benar-benar mengenal dan menghargai tradisi daerahnya.

“Harapannya agar anak-anak lebih bisa memahami bahwa ada tradisi yang harus dilestarikan yaitu sedekah bumi, sehingga ketika sudah praktik di desa, mereka bisa menjadi panitia atau penyelenggara. Saya amati anak-anak hebat sekali,” bebernya.

Antusiasme siswa terlihat jelas dalam setiap penampilan. Salah satunya Balqies Iqa Nur Azizah, siswi kelas XII F-6, yang mengaku bangga bisa ambil bagian dalam pementasan budaya tersebut.

“Seru. Kita nguri-uri budaya, kelas kami mempraktikkan sedekah bumi dari Desa Cabak,” jelas Balqies.

Ia bersama 35 teman sekelasnya menyiapkan penampilan dengan sungguh-sungguh. Bahkan, demi hasil maksimal, mereka rela mempersiapkan semuanya hingga dini hari.

“Kami ada 36 siswa. Yang paling excited kita persiapan sampai jam 3 pagi,” katanya sambil terkagum-kagum.

Bagi Balqies dan teman-temannya, kegiatan ini bukan sekadar ujian akhir. Lebih dari itu, ini adalah kebanggaan. Kebanggaan karena sebagai generasi muda, mereka diberi ruang untuk belajar sekaligus melestarikan kebudayaan lokal yang menjadi identitas daerahnya.

Di SMAN 1 Pati, ujian akhir jenjang pun terasa seperti pesta rakyat penuh warna, makna, dan semangat menjaga tradisi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini