Beranda Berita Pati Puluhan Siswa SMKN 4 Pati Tumbang Usai Santap MBG, Sampel Makanan Dikirim...

Puluhan Siswa SMKN 4 Pati Tumbang Usai Santap MBG, Sampel Makanan Dikirim ke Lab Semarang

0
0 0
[the_ad_group id="2190"]
Read Time1 Minute, 44 Second

Wartapati.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati diwarnai insiden medis. Sebanyak 23 siswa SMKN 4 Pati dilaporkan mengalami gejala keracunan massal berupa mual, pusing, hingga muntah-muntah usai menyantap menu makan siang pada Senin (9/2/2026).

Puluhan siswa tersebut segera dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati. Hingga Selasa (10/2/2026), mayoritas siswa telah dinyatakan membaik, meski beberapa di antaranya masih harus menjalani observasi intensif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengonfirmasi bahwa dari total korban, 21 siswa sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. Namun, dua siswa masih berada di ruang perawatan.

[the_ad_group id="3651"]

“Dua pasien yang masih dirawat keluhannya pusing, mual, dan masih ada nyeri di perut,” ujar Luky, Selasa (10/2/2026).

Luky menambahkan, bahwa tim Dinkes telah merampungkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lingkungan sekolah. Kini, fokus utama dialihkan pada uji forensik makanan di laboratorium Semarang untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami sudah tidak melakukan siaga di sekolah. Sekarang fokus mengirim sampel makanan untuk diuji laboratorium di Semarang,” sebutnya.
Seluruh komponen menu, mulai dari nasi, lauk pauk, garang asem, hingga susu kedelai, telah dikirim untuk diperiksa.

“Sampel yang dikirim meliputi nasi, lauk, garang asem, susu kedelai, pokoknya semua makanan yang disajikan ke siswa saat itu,” ucapnya.

Terkait hasil, Luky memperkirakan prosesnya memakan waktu sekitar tujuh hari.
“Biasanya sekitar satu minggu, tapi kepastiannya belum bisa kami sampaikan,” imbuhnya.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan pihaknya tengah melakukan audit menyeluruh terhadap rantai produksi, mulai dari pengolahan hingga distribusi.

“Sampel makanan sudah kami kirim ke Semarang. Menunya ayam, tahu, dan sayuran. Saat ini belum bisa dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab,” jelas Chandra.

Dugaan awal mengarah pada masalah stabilitas suhu bahan baku sebelum dimasak. Chandra menekankan pentingnya cold chain atau rantai dingin dalam menjaga kualitas bahan pangan.
“Raw material harus benar-benar segar. Rantai dingin juga harus terjaga. Kalau tidak fresh, mau diolah seperti apa pun tetap bisa menimbulkan masalah,” tegasnya.

Buntut dari kejadian ini, Satgas MBG telah menginstruksikan seluruh SPPG di Kabupaten Pati untuk memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menjamin keamanan konsumsi bagi ribuan siswa lain.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini