Wartapati.com – Kabar kurang menggembirakan datang dari daftar calon jemaah haji asal Kabupaten Pati. Sebanyak empat orang dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026, meskipun seluruh biaya haji telah dilunasi.
Penundaan keberangkatan tersebut terjadi karena faktor kesehatan. Keempat calon jemaah itu dijadwalkan kembali masuk daftar keberangkatan pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto, membenarkan adanya penundaan tersebut.
”Lunas tunda sementara empat orang. artinya tunda keberangkatan, ada yang sakit dan sebagainya,” ujar Rahardian baru-baru ini.
Di sisi lain, total calon jemaah haji asal Pati yang dijadwalkan berangkat pada tahun ini mencapai 1.295 orang. Rinciannya terdiri dari 571 jemaah laki-laki dan 724 jemaah perempuan.
”Sebanyak 1.295 jumlah jemaah haji Pati yang bakal berangkat. Rinciannya, 571 laki-laki dan 724 perempuan. Mutasi masuk (dari luar daerah masuk Pati) 10 orang, mutasi keluar (dari Pati ke luar) 19 orang,” ungkapnya.
Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Pati untuk menunaikan rukun Islam kelima. Meski ada beberapa mutasi jemaah, kuota keberangkatan tetap terpenuhi sesuai jadwal.
Seribuan jemaah haji asal Pati ini akan tergabung dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 49, 50, 51, 52, dan 53. Kloter 49 akan bergabung dengan jemaah asal Rembang, sementara Kloter 53 bergabung dengan jemaah dari Surakarta.
”Untuk petugas kloter ada empat. Ada dua PHD, satu dari kesehatan dan satu layanan umum. 49,50,51, 52 dan 53. Pati masuk gelombang kedua. Jadi berangkat dari embarkasi sudah memakai pakaian ihram. Kloter 49 gabung dengan Rembang. kloter 53 gabung dengan kota Surakarta. Mulai Mei 2026 berangkat,” sebutnya.
Dengan masuk gelombang kedua, para jemaah haji Pati akan langsung mengenakan pakaian ihram sejak keberangkatan dari embarkasi.
Sebagai persiapan matang menuju Tanah Suci, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pati mulai menggelar manasik haji secara serentak di tingkat kecamatan.
Sebelumnya, pembukaan manasik haji telah dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026). Sementara manasik tingkat kecamatan dimulai pekan lalu dan tersebar di 16 titik lokasi.
”Manasik haji kecamatan digelar mulai 9 sampai 12 Februari 2026. Sebanyak 16 titik lokasi kegiatan. Untuk narsum insyaallah kredibilitas tidak diragukan lagi,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para calon jemaah mendapatkan pembekalan lengkap mulai dari pemahaman rukun haji, tata cara ibadah, hingga persiapan teknis lainnya agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.










































