PATI – Warga Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih berari-ari di sebuah gang lingkungan RT 1 RW 1, Senin (1/6/2026) siang. Bayi tersebut ditemukan di dalam tas berwarna biru tua yang sebelumnya dikira berisi sampah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan bayi itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelum ditemukan, tas tersebut sempat menarik perhatian warga karena terlihat bergerak. Dalam video yang beredar, seorang pemuda berpakaian hitam yang mengendarai sepeda motor PCX putih tampak memeriksa tas tersebut bersama sejumlah warga. Mereka terkejut saat mengetahui isi tas adalah bayi yang baru dilahirkan.
Saksi mata, Wagini, mengaku awalnya menaruh curiga setelah melihat tas berwarna biru tua yang berada di lokasi. Kecurigaannya muncul karena tas tersebut tampak bergerak saat ia melintas.
”Awalnya ada tas warna biru, dikira sampah. Biasanya kan di sini dibuang smapah. Terus aku lewat siang tadi mengambil belanjaan bu RT. Terus ada yang bergerak,” ujar Wagini ditemui di lokasi, Senin (1/6/2026).
Merasa ada yang tidak beres, Wagini kemudian memanggil warga lain untuk membantu memeriksa tas tersebut. Setelah dibuka, mereka mendapati seorang bayi laki-laki dengan ari-ari yang masih menempel.
”Lalu menagggil mas Tian. Ternyata ada bayi ada ari-arinya mrnempel. Kemudian, memanggil Pak RT. Kejadian pukul 13.30 WIB. Lalu dibawa ke Puskesmas,” kata dia.
Bayi tersebut selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya saat ditemukan disebut tidak menangis.
Wagini menuturkan, tas yang menjadi tempat bayi itu ditemukan sebenarnya sudah terlihat sejak pagi hari. Namun, warga mengira tas tersebut hanya berisi barang bekas atau sampah yang sengaja dibuang di lokasi.
”Ndak nangis. Katanya jam 7 sudah ada. Ndak tahu, ternyata manusia,” tutur dia.
Hingga berita ini ditulis, identitas pelaku yang diduga membuang bayi tersebut masih belum diketahui. Warga setempat mengaku tidak mengetahui adanya perempuan yang sedang hamil maupun baru melahirkan di lingkungan sekitar.
”Ndak ada yang hamil orang sini. Ndak ada yang lahiran. Selain bayi ada bedong. Ndak ada lainnya,” tandas Wagini.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian warga sekitar. Aparat desa bersama pihak berwenang kini berupaya menelusuri asal-usul bayi serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.








































