Wartapati.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0718/Pati.
Program tersebut resmi dibuka dalam upacara yang digelar di Lapangan Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (22/4/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan semarak dengan diikuti sekitar 400 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Chandra bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Chandra menyampaikan, TMMD merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Ia menilai, program tersebut tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga aspek nonfisik yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 di Desa Gunungpanti, terdapat sejumlah sasaran fisik yang menjadi prioritas. Salah satunya betonisasi jalan desa sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter guna memperlancar akses ekonomi warga.
“Kegiatan ini adalah acara TMMD ke 128 yang dilaksanakan di Desa Godo. Prioritas pengerjaan TMMD di April ini di Desa Godo adalah pengerjaan fisik jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter,” katanya.
Selain pembangunan jalan, program ini juga mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jambanisasi, serta penyediaan sumber air bersih melalui sumur dangkal.
“Ada pengerjaan untuk RTLH sekitar 6 rumah dan ada juga pengeboran sumur untuk warga untuk pertanian dan ada juga 6 titik MCK,” terangnya.
Tidak hanya itu, sasaran nonfisik juga menjadi bagian penting dalam TMMD kali ini. Berbagai kegiatan penyuluhan akan diberikan kepada masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, inovasi pertanian, hingga pelayanan administrasi kependudukan.
Chandra berharap program TMMD dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah-wilayah yang lebih terpencil di Kabupaten Pati.
“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh TNI sama pemerintah Kabupaten Pati untuk sengkuyung antara TNI dan masyarakat sekitar. Harapan kami di TMMD berikutnya bisa dilaksanakan di daerah-daerah yang agak terpencil atau perbatasan,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Yogi menyampaikan bahwa TMMD menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sebagai upaya pemerataan pembangunan.
“Sehingga harapannya TMMD ini alasannya untuk membangun desa-desa yang ada di pinggiran,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Pihaknya optimistis seluruh target kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Pelaksanaannya kita 30 hari dengan banyaknya target pengerjaan, kita doa bersama semoga pada penutupan nanti tanggal 21 Mei bisa selesai tepat waktu. Tidak ada yang molor dan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.










































