Beranda Berita Pati Tekankan Empati, Chandra: Bantu Anak Yatim Tak Perlu Dipertontonkan

Tekankan Empati, Chandra: Bantu Anak Yatim Tak Perlu Dipertontonkan

0
0 0
[the_ad_group id="2190"]
Read Time1 Minute, 38 Second

Wartapati.com – Kepedulian terhadap anak yatim piatu diwujudkan dengan pendekatan yang lebih bermartabat dalam penyerahan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati yang digelar di Ruang Pragola Setda Kabupaten Pati.

Dalam kegiatan ini, penerima manfaat sengaja tidak dihadirkan demi menjaga privasi dan perasaan anak-anak yatim piatu. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kondisi psikologis dan sosial para penerima bantuan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Baznas Kabupaten Pati yang menyasar 2.030-an anak yatim piatu yang tersebar di 400 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Pati.

[the_ad_group id="3651"]

Penyaluran bantuan dilakukan dengan prinsip penghormatan terhadap martabat penerima, agar mereka tidak merasa terbebani secara psikologis maupun sosial ketika menerima bantuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta para pendamping penyaluran bantuan yang akan memastikan bantuan tersalurkan kepada para penerima di wilayah masing-masing.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus ditampilkan secara terbuka, melainkan cukup diwujudkan melalui keikhlasan dan ketulusan dalam membantu sesama.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menekankan pentingnya mengedepankan empati dalam setiap bentuk bantuan sosial. Menurutnya, anak-anak yatim piatu merupakan kelompok yang dimuliakan oleh Tuhan dan sudah memiliki beban moral dalam kehidupan mereka, sehingga harus dijaga kehormatan dan perasaannya.

Ia juga mengapresiasi Baznas Kabupaten Pati atas konsistensinya dalam menyalurkan bantuan secara luas dan berkelanjutan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kontribusi tersebut diharapkan mampu membantu meringankan beban hidup anak-anak yatim piatu, tidak hanya secara materi, tetapi juga dari sisi psikologis.

Pendekatan penyaluran bantuan tanpa menghadirkan penerima manfaat dinilai sebagai langkah bijak di tengah derasnya arus media sosial yang kerap menampilkan bantuan secara terbuka.

Cara ini, menurut Chandra, diharapkan dapat menjadi contoh bahwa membantu tidak selalu harus disertai publikasi, melainkan cukup diketahui oleh hati nurani dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Kalau kita membantu anak-anak yatim piatu, cukuplah dengan hati dan keikhlasan. Mereka tidak perlu kita hadirkan dan pertontonkan, karena yang kita cari adalah rida Allah. Dengan cara seperti ini, semoga Kabupaten Pati menjadi daerah yang adem, tentrem, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini