Beranda Berita Nasional Pemkab Jepara Perkuat Diplomasi Budaya, Seni Ukir Jepara Didorong Jadi Warisan Budaya...

Pemkab Jepara Perkuat Diplomasi Budaya, Seni Ukir Jepara Didorong Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

0
0 0
[the_ad_group id="2190"]
Read Time1 Minute, 48 Second

Wartapati. com– Pemerintah Kabupaten Jepara terus melanjutkan langkah strategis pengajuan Seni Ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO. Upaya tersebut ditempuh melalui kunjungan resmi delegasi Indonesia ke Bosnia dan Herzegovina pada 17–18 Februari 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan didampingi Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Manahan Sitompul. Dari Jepara, hadir Asisten III Sekda Florentina Budi Kurniawati serta Ketua Paguyuban Seni Ukir Jepara Sutrisno.

Pada 18 Februari 2026, delegasi diterima pimpinan parlemen Bosnia dan Herzegovina di Sarajevo. Pertemuan berlangsung di Kantor Parliamentary Assembly of Bosnia and Herzegovina.

[the_ad_group id="3651"]

Ketua House of Representatives Marinko Čavara menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menyatakan kesiapan membantu proses lanjutan terkait pengajuan ICH UNESCO untuk seni ukir Jepara.

“Dukungan dari Parlemen Bosnia ini penting. Mereka siap membantu proses persetujuan dengan pihak terkait di negara mereka,” kata Florentina.

KBRI Sarajevo akan berkoordinasi dengan parlemen setempat terkait penyampaian surat dukungan yang dibutuhkan. Parlemen Bosnia juga menyampaikan rencana kunjungan balasan ke Indonesia pada April 2026. Agenda itu merupakan penjadwalan ulang kunjungan yang sempat tertunda pada Desember 2025.

Sehari sebelumnya, delegasi bertemu Pemerintah Kota Konjic. Dalam pertemuan itu, pemerintah kota menyatakan belum dapat memberikan persetujuan terhadap pengajuan ekstensi ICH dari Indonesia.

Pemerintah Kota Konjic menegaskan kewenangan berada pada pemerintah daerah. Sistem pemerintahan Bosnia dan Herzegovina memberi otonomi kuat kepada pemerintah kota.

Delegasi juga berdialog dengan komunitas pengukir keluarga Niksic di Zanat Museum, Konjic. Pertemuan berlangsung terbuka dan membahas mekanisme ekstensi UNESCO.

Florentina menjelaskan bahwa ekstensi bersifat kolaboratif. “Pengajuan ini tidak menghapus atau merugikan status inskripsi Konjic yang sudah ada,” ujarnya.

Keluarga Niksic menyatakan akan mempelajari dokumen teknis yang disampaikan. Mereka juga akan berkoordinasi dengan konsultan yang sebelumnya terlibat dalam proses inskripsi ICH Konjic sebelum menyampaikan sikap resmi.

Rangkaian kunjungan juga mencakup peninjauan Masjid Istiqlal Sarajevo. Mimbar dan pintu utama masjid tersebut merupakan karya pengrajin Jepara yang diberikan Presiden ke-3 RI B. J. Habibie pada 2001.

Langkah diplomasi budaya ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat posisi Seni Ukir Jepara di panggung internasional.

Dukungan parlemen Bosnia diharapkan memperlancar proses pengajuan ekstensi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, sekaligus mempererat kerja sama budaya Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini