Wartapati.com – Jelang sahur, saat sebagian besar warga Pati masih terlelap, suasana di pinggir jalanan protokol terasa sunyi. Hanya ada lampu penerangan jalan yang berpendar kuning, menyinari aspal yang masih basah oleh embun.
Di jam-jam rawan kantuk inilah, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menepi, turun dari mobilnya untuk menyapa mereka yang justru baru memulai atau sedang bergelut dengan peluh.
Tanpa seremoni berlebih, ia menghampiri satu per satu warganya, mulai dari pengayuh becak, tukang sapu, tukang rosok, pedagang keliling hingga tukang ojek. Chandra kemudian menyerahkan paket sembako langsung ke tangan mereka.
Sri Monah, adalah salah seorang yang mendapatkan kejutan saat itu. Di bawah temaramnya lampu kota yang ada di Jalan Penjawi, petugas kebersihan itu terlihat tengah mengayunkan sapu lidinya di tepi aspal. Baginya, jam-jam menjelang Subuh adalah waktu krusial untuk memastikan kota bersih sebelum warga memulai aktivitas.
Langkahnya terhenti saat paket bantuan itu berpindah ke tangannya. Tidak banyak kata yang terucap, namun binar matanya tidak bisa berbohong.
“Matur nuwun sanget, Pak Chandra. Bantuan ini sangat berarti untuk dapur saya di rumah,” ujar Sri lirih sembari membetulkan kerudungnya.
Tak jauh dari situ, Suparman tampak duduk sendirian di trotoar. Sementara, sepeda motornya, yang tak jauh dari tempat duduknya terlihat penuh muatan sayur mayur.
Pria asal Jakenan ini, harus membelah malam dari Juwana untuk kulakan sayur-mayur hingga ikan. Baginya, setiap menit sangat berharga agar ia bisa mendapatkan pasokan segar untuk dijajakan kembali pagi nanti di Pati.
Kehadiran Plt Bupati Pati di hadapannya pagi itu menjadi kejutan kecil di tengah persiapannya bekerja keliling menawarkan dagangannya.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak. Sembako ini sangat meringankan beban belanja keluarga kami,” kata Suparman singkat sebelum melanjutkan perjalanannya.
Di titik lain di kawasan Terminal Bus Kembangjoyo, Tarwi tengah membawa sekarung rosok di atas sepedanya. Warga asal Banjarsari, Kecamatan Gabus ini terbiasa hingga dini hari, mengumpulkan apa saja yang bisa bernilai rupiah.
Baginya, bantuan yang diterima langsung di jalanan ini adalah bentuk perhatian yang nyata. Pekerjaannya yang sering terabaikan oleh hiruk-pikuk kota, pagi itu mendapat apresiasi sederhana namun berdampak besar bagi kelangsungan dapurnya.
“Alhamdulillah, Gusti Allah paring rezeki lewat njenengan Pak. Matur nuwun, Pak, sampun,” ungkap Mbah Tarwi dengan nada syukur.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan, bahwa penyaluran bantuan paket sembako ini sudah yang kedua kalinya dilakukan saat waktu sahur atau menjelang Subuh.
Sasarannya, di antaranya adalah pengayuh becak, tukang ojek, kuli panggul, pedagang keliling, petugas kebersihan, tukang rosok dan lain sebagainya.
“Ini yang kedua kalinya kita membagikan bantuan dari BAZNAS, yang kita mulai sekitar jam 3.00 WIB. Alhamdulilah, sudah tersalurkan ke penerima yang tepat sasaran. Ada Abang-abang tukang becak, kuli panggul, tukang ojek dan lain-lain,” ucapnya
Dirinya berharap, paket sembako itu, bisa sedikit membantu mereka untuk menyambut Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi.











































