Wartapati.com– Satuan Lalu Lintas Polresta Pati terus mengintensifkan patroli serta pengaturan arus kendaraan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pada jam-jam padat di malam hari.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (23/3/2026) pukul 19.00–23.00 WIB itu menyasar sejumlah titik strategis di Kabupaten Pati. Di antaranya Jalan Dr. Sutomo sekitar Swalayan Luwes, Jalan Pati–Kudus wilayah Margorejo, Jalan Pemuda menuju Alun-alun Pati, hingga Jalan Lingkar Selatan.
Petugas terlihat bersiaga di lapangan untuk mengurai kepadatan yang meningkat seiring tingginya aktivitas masyarakat pada malam hari. Selain patroli, langkah rekayasa lalu lintas juga dilakukan guna mencegah penumpukan kendaraan di pusat keramaian.
Subsatgas Rekayasa menerapkan pengalihan arus di sepanjang Jalan Pati–Juwana, termasuk akses menuju Alun-alun Pati. Upaya ini dinilai efektif menjaga kelancaran arus kendaraan dari berbagai arah.
Di sisi lain, Subsatgas Traffic Accident Analysis (TAA) melakukan pemantauan intensif di titik rawan kecelakaan di ruas Jalan Pati–Purwodadi. Pengawasan tersebut bertujuan menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan rasa aman pengguna jalan.
Pengaturan lalu lintas juga dilakukan di sejumlah simpang padat, seperti Simpang Gemeces Timur, Simpang Tiga Taruna Motor, Simpang Empat Jago, Simpang Tiga Kiss, Simpang Empat Rogowongso, kawasan Alun-alun Pati, hingga Simpang Empat Kalianyar. Kegiatan ini melibatkan personel dari pos pengamanan terpadu.
Kasatgas Kamseltibcar Lantas OKC 2026 Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menyebut kondisi arus lalu lintas secara umum masih terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa titik.
“Secara umum situasi arus lalu lintas masih terkendali. Kepadatan sempat terjadi, namun dapat segera diatasi oleh petugas di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, personel telah disiagakan di titik rawan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kemacetan.
“Kami tempatkan anggota di lokasi strategis untuk melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antar subsatgas menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama operasi berlangsung.
“Koordinasi berjalan baik, mulai dari patroli, rekayasa lalu lintas hingga pengawasan titik rawan kecelakaan, sehingga situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas yang dinilai turut mendukung kelancaran arus kendaraan.
Operasi serupa dipastikan akan terus dilakukan selama Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung, terutama pada jam-jam rawan kepadatan. Polisi pun mengimbau pengguna jalan untuk tetap disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.










































