Home Berita Pati Pentas Budaya Warnai Dies Natalis ke-36 SMAN 1 Kayen

Pentas Budaya Warnai Dies Natalis ke-36 SMAN 1 Kayen

0
0 0
Read Time2 Minute, 16 Second

Wartapati.com — Peringatan hari ulang tahun ke-36 SMA Negeri 1 Kayen berlangsung semarak dengan balutan kegiatan budaya yang melibatkan seluruh siswa. Selain lomba dan senam bersama, pentas seni budaya menjadi puncak acara yang menampilkan beragam karya berbasis kearifan lokal Kabupaten Pati.

Kepala SMAN 1 Kayen, Sukarno, mengatakan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dengan berbagai lomba yang diikuti siswa.

“Kegiatan hari ini dalam rangka hari ulang tahun SMA Negeri 1 Kayen yang ke-36,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah agenda digelar, mulai dari lomba batik hingga kegiatan bertema sejarah perempuan melalui Jejak Kartini. Pada hari puncak, kegiatan diisi dengan senam bersama dan pentas budaya yang melibatkan siswa kelas XI.

“Kegiatannya dari pagi, ada rundown acaranya mulai dari kemarin. Ada lomba-lomba yang diikuti anak-anak, mulai dari lomba batik, kemudian ada Jejak Kartini. Dan yang hari ini adalah dua kegiatan, yaitu senam bersama di pagi hari tadi di depan, kemudian disambung dengan pentas budaya untuk anak-anak kelas XI,” jelasnya.

Menurut Sukarno, pentas budaya tersebut merupakan bentuk aktualisasi pembelajaran siswa selama satu semester. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk menggali dan mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan konsep kita bahwa aktualisasi dari kegiatan serangkaian kegiatan di kelas 10 dan 11 semester satu, sehingga diaktualisasikan di pentas budaya ini. Pentas budaya ini merupakan kajian yang mendalam untuk mengangkat tema-tema yang ada di lingkungan kita,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya lokal, khususnya budaya yang berkembang di wilayah Pati.

Dalam pentas tersebut, siswa menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari kisah tokoh lokal hingga tradisi masyarakat. Salah satunya mengangkat cerita tentang sosok Ronggowarsito serta tradisi “orang mendel” dari Desa Saradan.

Tak hanya itu, siswa juga menampilkan tari bertema legenda Nusantara. Devin Aprilia Fatkhurrozi, siswi kelas XI, mengaku bangga bisa terlibat dalam pementasan tari Aji Saka.

“Seneng banget tentunya, Pak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persiapan dilakukan selama dua bulan, mulai dari pembuatan properti hingga pematangan gerakan dan drama.

“Kalau dibilang sulit, sudah pasti sulit, Pak. Apalagi ada beberapa atraksi yang mana itu kita ada piramida, nanti ada temen kita yang naik ke atas gitu. Jadi di situ butuh keseimbangan,” katanya.

Sementara itu, Shafa Aliya Salsabila dari kelas XI F3 turut menampilkan pertunjukan bertema kuliner khas daerah, yakni sejarah Sego Gandul dari Desa Gajahmati.

“Tadi membawakan tari tentang menceritakan tentang ‘Sego Gandul’. Jadi asalnya Sego Gandul itu dari Desa Gajahmati,” ujarnya.

Ia mengaku proses latihan juga memakan waktu dua bulan dan cukup menantang karena harus membagi waktu dengan kegiatan belajar. Meski demikian, pengalaman tersebut dinilai berharga.

“Seru banget, dapet banyak pengalaman juga,” ungkapnya.

Melalui pentas budaya ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengapresiasi dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

test