Wartapati. com – Jatah pupuk subsidi di Kabupaten Pati pada tahun ini mencapai angka signifikan, yakni 84,69 ribu ton. Alokasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi petani konvensional, tetapi juga mencakup petani perhutanan sosial yang kian berkembang.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, total pupuk subsidi itu terbagi ke dalam empat jenis. Rinciannya meliputi 40,4 ribu ton urea, 43,5 ribu ton NPK, 34 ton pupuk organik, serta 756 ton ZA. Distribusi ini disesuaikan dengan kebutuhan riil petani di lapangan.
”Kuota pupuk itu merujuk RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Sehingga tetap nanti dimungkinkan itu tetap sesuai yang ditanam. Tahun ini ada 40 ribu urea dan 43 ribu ribu ton NPK. Itu total,” ujar Kepala Dispertan Pati Ratri Wijayanto , Rabu (22/4/2026).
Alokasi pupuk subsidi tersebut ditujukan bagi petani yang membudidayakan sembilan komoditas prioritas nasional, yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. Kebijakan ini sekaligus membuka akses yang sama bagi petani hutan yang mengelola komoditas serupa.
Baca juga : Minta Kuota Pupuk Subsidi Ditambah, Petani Perhutanan Sosial Geruduk Dispertan Pati
Saat ini, sekitar 4 ribu hektare lahan perhutanan sosial di Pati telah mengantongi izin resmi. Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari bagian utara, barat, hingga selatan kabupaten.
”Yang mempunyai legalitas cuma sekitar 4 ribuan hektare. Itu tersebar di wilayah utara ada, wilayah barat dan wilayah selatan,” ungkap Ratri.
Meski demikian, realisasi penyaluran pupuk subsidi untuk petani hutan masih terbatas. Hingga kini, distribusi baru mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan berdasarkan luas tanam. Pemerintah daerah melalui Dispertan tengah melakukan verifikasi lanjutan sebagai dasar penambahan kuota.
”Saat ini sedang berproses di lapangan. Mengecek legalitas KTH, RKPS, batas spasial hingga mengecek komoditas yang ditanam,” tandas dia.
Langkah verifikasi tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap aspirasi kelompok tani hutan. Sebelumnya, mereka sempat menyampaikan tuntutan melalui aksi demonstrasi dan audiensi di kantor Dispertan Pati, guna memperoleh alokasi pupuk subsidi yang lebih proporsional.



