Wartapati.com– Kabar gembira bagi para perantau asal Provinsi Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Program mudik gratis kembali digelar untuk menyambut Idul Fitri 2026. Pendaftaran dibuka mulai 12 Februari hingga 16 Maret 2026.
Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang didukung pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, termasuk Pemerintah Kabupaten Pati. Khusus untuk perantau asal Kabupaten Pati, tersedia kuota 500 kursi dari 10 armada bus yang disiapkan tahun ini.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Nita Agustiningtyas, mengatakan program ini menyasar kalangan pekerja hingga mahasiswa yang merantau di Jabodetabek.
“Mudik gratis diselenggarakan mengakomodir perantau di Jabodetabek karena untuk sasarannya sendiri ada beberapa yakni ART, pekerja buruh pabrik, mahasiswa juga yang intinya dari kalangan menengah ke bawah. Sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pati yang merantau di Jakarta dan sekitarnya, antusiasmenya menunggu ini,” jelasnya.
Sebanyak 10 bus yang disediakan masing-masing berkapasitas 50 penumpang. Dengan demikian, total kuota pemudik asal Pati mencapai 500 orang.
Nita mengungkapkan, jumlah armada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 16 bus.
“Ini Program Pemprov Jateng yang didukung Pemkab atau Pemkot seluruh wilayah Jateng, yang masing-masing menganggarkan untuk penyediaan bus untuk mudik gratis. Sayangnya, di Pemkab Pati ada penurunan jumlah kendaraan, kalau tahun lalu 16 bus, kini 10 bus karena efisiensi anggaran untuk infrastruktur,” ungkap Nita.
Titik kumpul dan pelepasan pemudik akan dipusatkan di halaman Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Keberangkatan dijadwalkan serentak se-Jawa Tengah pada 16 Maret 2026 dan akan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah.
“Jadi nanti titik kumpul halaman TMII dikepala oleh Gubernur Jawa Tengah. Sehari sebelum hari H bus berangkat dari sini, tanggal 16 Maret serentak se-Jawa Tengah,” paparnya.
Program mudik gratis ini tidak dipungut biaya apa pun. Peserta juga mendapatkan fasilitas snack untuk berbuka puasa selama perjalanan.
Setibanya di Pati, para pemudik akan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebelum diantar ke kecamatan terdekat sesuai alamat masing-masing.
“Biaya jelas gratis, kita tidak ada pungutan dalam bentuk apapun, entah fee atau tiket dan lain-lain, tidak ada. Terus ada fasilitas snack membatalkan puasa kita sediakan. Penerimaan diterima Plt Bupati lalu bus mengantar mereka ke kecamatan terdekat,” terangnya.
Pendaftaran Online, Syarat KTP dan KK Jateng
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi yang dikelola oleh Pemprov Jawa Tengah. Setiap kabupaten/kota memiliki koordinator di perantauan untuk membantu proses pendampingan hingga perjalanan.
Tahun ini, pembagian bus sudah ditentukan sejak awal berdasarkan kecamatan asal pemudik. Skema ini diterapkan untuk memudahkan pengantaran setibanya di daerah tujuan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih tercampur.
“Pendaftaran melalui aplikasi, yang menghandle dari Pemprov Jateng. Kalau koordinator atau narahubung tiap Pemkab atau Pemkot ada di perantauan. Kita menugaskan mendampingi pemudik di kendaraan,” ujarnya.
Adapun persyaratan pendaftaran cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi Jawa Tengah dan Kartu Keluarga (KK). Kuota terbatas, sehingga berlaku sistem siapa cepat dia dapat.
Nita juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara koordinator dan peserta selama proses mudik berlangsung.
“Komunikasi koordinator dengan penumpang harus diutamakan karena ini rombongan bukan individu. Diharapkan pemudik mengikuti arahan koordinator dan pengamanan barang-barangnya, jangan sampai ada keterlambatan,” pesannya.
Program mudik gratis 2026 ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi perantau sekaligus memastikan perjalanan pulang kampung berlangsung aman, nyaman, dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri.









































