Wartapati.com— Suasana di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, tampak lengang pada Selasa (5/5/2026). Kesunyian menyelimuti kompleks yang biasanya riuh oleh aktivitas para santriwati, setelah seluruh santri dipulangkan ke rumah masing-masing pascademonstrasi warga pada Sabtu (2/5/2026) lalu.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak adanya aktivitas berarti di pondok pesantren yang didirikan oleh tersangka pencabulan santriwati, yakni Asyhari tersebut. Bangunan pondok pesantren putri dan gedung Madrasah Aliyah (MA) yang berada dalam satu kompleks kini tampak tidak berpenghuni.
Meskipun gerbang tertutup rapat, dari balik dinding gedung sesekali terdengar sayup-sayup suara percakapan beberapa orang yang masih bertahan di dalam.
Sementara itu, di bangunan pesantren putra yang berada dalam satu kompleks dengan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), masih terdapat aktivitas siswa kelas VI yang mengikuti ujian akhir semester.
Berbeda dengan kondisi di dalam pesantren, kehidupan di luar pagar tampak berjalan normal. Warga di sekitar lokasi terlihat beraktivitas seperti biasa setelah ketegangan beberapa hari sebelumnya.
Salah satu warga, Anwar, menjelaskan bahwa setelah demonstrasi dan adanya imbauan untuk mengevakuasi semua santri, para orang tua langsung berbondong-bondong menjemput anak-anak mereka. Saat ini, semua santri sudah tidak berada di pondok pesantren, termasuk siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah.
“Baru dua hari ini sepi. Santri baru kemarin pulang semua. Sudah bersih, tidak ada,” katanya.
Anwar menambahkan, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah yang mengikuti ujian semester akhir diberi dua opsi. Bagi siswa dari luar daerah dapat mengikuti ujian secara daring, sedangkan warga setempat tetap mengikuti ujian di sekolah.
“Siswa kelas VI yang dari luar daerah mengikuti ujian secara daring, sedangkan yang warga sini tetap ujian langsung,” jelasnya.
Sepengetahuan Anwar, santri Ponpes Ndholo Kusumo berasal dari berbagai daerah, seperti Kudus dan Jakarta. Sebagian dijemput menggunakan mobil, sementara lainnya menggunakan sepeda motor.
“Informasinya dari Kudus, Jakarta ada. Itu saja yang saya tahu. Kalau luar pulau kurang tahu. Dijemput pakai mobil dan sepeda motor,” ujar Anwar.



