Wartapati.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, datang langsung ke Kabupaten Pati untuk menangani kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati yang diduga dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Minggu (3/5/2026).
Setibanya di Pati, Menteri PPPA menggelar rapat tertutup bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Kepala Kemenag Pati Ahmad Syaiku, perwakilan Polresta Pati, serta Forkopimda di Pendapa Pati.
Usai rapat, Menteri PPPA tidak memberikan keterangan kepada media dan langsung meninggalkan lokasi karena agenda lain.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa salah satu hasil rapat adalah rekomendasi penutupan permanen pondok pesantren tersebut. Menteri PPPA akan menindaklanjuti ke pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI untuk pencabutan izin operasional.
Penutupan ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, SMP, hingga MA, baik putra maupun putri.
Selain itu, pendaftaran santri baru tahun ajaran 2026/2027 telah dihentikan. Para santri juga sudah mulai dipulangkan ke rumah masing-masing sejak Sabtu (2/5/2026).
Namun, khusus siswa kelas VI MI yang akan mengikuti ujian, mereka masih berada di lokasi dengan pendampingan guru dan pengawasan dari Kemenag.
Kepala Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan bahwa Kemenag pusat telah memberikan tiga rekomendasi: menghentikan sementara pendaftaran santri baru, meminta terduga pelaku keluar dari yayasan, dan jika tidak dipatuhi, maka ponpes akan ditutup permanen.
Ponpes Ndolo Kusumo sendiri telah memiliki izin operasional sejak 2021 dan memiliki total 252 santri. Saat ini sebagian besar santri telah dipulangkan, sementara siswa yang akan ujian tetap didampingi hingga selesai.



