Wartapati.com-Pemerintah Kabupaten Pati (Pemkab Pati) berencana menghidupkan kembali Alun-Alun Kembangjoyo sebagai pusat kuliner baru yang ramai pengunjung dan menjadi magnet ekonomi masyarakat. Upaya ini dilakukan di tengah kondisi alun-alun yang beberapa waktu terakhir terpantau sepi aktivitas.
Sebagai langkah awal, Pemkab Pati menggelar aksi bersih-bersih di kawasan tersebut. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa Alun-Alun Kembangjoyo akan kembali berjaya dan difungsikan secara optimal sebagai ruang publik sekaligus sentra UMKM.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa perbaikan dan pemeliharaan alun-alun di Kelurahan Kalidoro dilakukan secara rutin. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan penghidupan di lokasi tersebut.
Tak hanya menjadi pusat kuliner, ke depan Pemkab Pati juga mendesain Alun-Alun Kembangjoyo sebagai lokasi Car Free Day (CFD) di Kabupaten Pati. Dengan demikian, pusat keramaian tidak hanya terpusat di Alun-Alun Simpang Lima Pati dan Jalan Panglima Sudirman, tetapi juga merata hingga ke Kembangjoyo.
“Alun-Alun Kembangjoyo setiap minggu genap akan kami adakan Car Free Day, jadi pentas seni anak-anak SMP (Sekolah Menengah Pertama)-SD (Sekolah Dasar) juga kita arahkan ke sini. Di minggu ganjil Car Free Day tetap di jalan Alun-Alun Simpang Lima dan Jalan Sudirman,” ungkap Chandra di sela-sela kegiatan membersihkan Alun-Alun Kembangjoyo, Jumat (13/2/2026).
Paska Hari Raya Idul Fitri, skema tersebut resmi dijalankan. Pada pekan genap, CFD akan digelar di Alun-Alun Kembangjoyo. Sementara pada pekan ganjil, kegiatan tetap berlangsung di Alun-Alun Simpang Lima Pati dan Jalan Panglima Sudirman.
“Minggu genap di sini, kita laksanakan setelah Lebaran di sini untuk meramaikan Alun-Alun Kembangjoyo ini,” ucapnya.
Chandra juga menjelaskan bahwa perbaikan dan perawatan kawasan akan dilakukan lebih masif setelah Lebaran. Pasalnya, menjelang Ramadhan, lokasi tersebut masih akan digunakan sebagai venue berbagai kegiatan.
“Perbaikan akan dilakukan mungkin setelah Lebaran, diratakan. Karena harusnya dilaksanakan sekarang, cuma awal Ramadhan mau ada acara di sini, jadi kita tunda setelah kegiatan awal Ramadhan,” ujar Plt Bupati.
Rencana pengaktifan kembali Alun-Alun Kembangjoyo disambut antusias para pedagang. Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kembangjoyo, Thukul, menyebut keterlibatan Pemkab Pati menjadi angin segar bagi para pedagang yang sudah bertahun-tahun bertahan dalam kondisi tidak menentu.
Aksi bersih-bersih sendiri telah berlangsung sejak Kamis, 12 Februari 2026. Para pedagang bersama jajaran Pemkab merapikan lapak, membersihkan spanduk usang, hingga menata ulang area jualan.
“Sangat senang sekali dan sangat mendukung karena situasi seperti ini sulit berkembang tanpa campur tangan Pemda. Sudah dua hari ini sejak kemarin membersihkan lapak yang tidak rapi, spanduknya usang dan robek kemarin di bersihkan PKL relokasi. Dan ditunjukkan gerakan Jumat Bersih sangat menandakan bahwa Pemda mendukung keberadaan kami yang nasibnya tidak menentu,” paparnya.
Ia berharap suasana Alun-Alun Kembangjoyo Pati kembali ramai seperti Simpang Lima, sehingga benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Pati.
“Harapannya ramai seperti di Simpang Lima. PKL ini kan program Pemda dan harus terus disupport dinas terkait, tanpa itu kita tak berkembang sendiri,” kata Thukul.
Saat ini terdapat 365 lapak PKL dan 8 lampu penerangan di Alun-Alun Kembangjoyo. Para pedagang mengaku sudah enam tahun berada dalam kondisi serba tidak pasti sejak direlokasi. Sebelum menempati lokasi ini, mereka sempat dipindahkan ke belakang Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan.
Thukul juga menyoroti persoalan sarana dan prasarana yang dinilai belum optimal. Menurutnya, tanpa dukungan fasilitas memadai dan implementasi Perda yang konsisten, pedagang sulit berkembang.
“Keluhan pedagang sarpras tidak mendukung, lambat lain kita tidak bisa berkembang, ditambah amanat Perda tidak dijalankan sepenuhnya. Kalau Simpang Lima nggak ada (pedagang), sini pasti mau (setuju) bebas dari PKL, nyatanya berjalannya waktu gitu terus,” jelasnya.
“Kita di DPRD menyampaikan kalau sini diteruskan harus dibangun secepatnya, kalau tidak dikembalikan (Alun-Alun Simpang Lima). Ini 6 tahun menderita tanpa arah,” tuturnya.
“Harapannya ke depan bahwa nanti semua kegiatan Pemda akan dipusatkan di sini karena bagus. Kalau tanpa ini masyarakat belum tahu, terbengkalai bahkan lampu mati, pengunjung mau ke sini bingung masih ada PKL atau tidak?” pungkasnya.



