Wartapati.com- Padi varietas inpari 43 dinilai dapat menjadi alternatif yang baik bagi para petani. Padi unggul hasil budidaya Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementerian Pertanian Republik Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Seperti hasil produksi padi yang melimpah.
Ketua Serikat Petani Pati (SPP) Kamelan menyebut, hasil itu terlihat saat memberikan pendampingan terhadap petani di Desa Tamansari, Kecamatan Jaken, Pati. Saat dipanen, dari lahan satu hektare yang ditanami padi jenis inpari 43 rupanya mampu menghasilkan sebanyak 9,4 ton.
“Bahkan kalau melihat hasil ubinan bisa mencapai 11,7 ton per hektare,” ungkapnya.
Hasil itu dikatakan Kamelan, begitu baik. Terlebih di Desa Tamansari, karakteristik tanahnya berupa lahan tadah hujan. Dia menyebut salah satu kelebihan padi jenis inpari 43 memang lebih toleran terhadap kekeringan.
“Memang belum banyak yang mengenal inpari 43 biasanya masih pakai inpari 32. Ini tentu bisa menjadi alternatif benih padi yang bisa dimanfaatkan para petani. Seperti dari hasil panen terlihat jenis inpari 43 hasilnya lebih banyak sekitar 30 persen dibandingkan jenis lain,” sebutnya.
Dia juga yakin, jika dikembangkan di lahan dengan sistem irigasi yang baik, hasilnya bisa meningkat jauh lebih besar.
“Ada sejumlah kelebihan lain dari jenis ini. Usia tanamnya hanya sekitar 111 hari dari mulai semai. Kemudian tahan rebah serta lebih tahan jamur,” terangnya.
Sementara untuk harganya, Kamelan menyebut relatif sama dengan jenis lain. Sementara untuk bentuk padinya memiliki ciri khas ramping.
“Untuk tekstur berasnya juga pulen,” imbuhnya.
Kamelan juga menyebut, perawatan padi inpari 43 juga relatif lebih ringan dibandingkan jenis padi lainnya.
“Untuk perlakuan varietas baru justru jauh lebih mudah,” pungkasnya.



