Home Info Pati Jurnalis pelajar Workshop Pemandu Jelajah Pusaka Kajen

Workshop Pemandu Jelajah Pusaka Kajen

Wartapati.com JurnalisWarga Margoyoso- Karang Taruna Sumohadiwijayan bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Diponegoro Mengadakan Worksop Publik Speaking, managemen organisasi, dan pengetahuan tentang wawasan sejarah asal usul pendiri Desa Kajen serta tempat-tempat yang punya sejarah tinggi di Desa Kajen kemarin , minggu (10/06/18) di Baladesa Kajen.

 

pukul 13;00 di balai Desa Kajen dengan pesertanya adalah putra putri unggulan Kajen yang sudah disiapkan untuk dikader sebagai pemandu wisata edu-religi di Desa Kajen. Mereka terdiri dari 15 pemuda Kajen lulusan Madrasah Aliyah atau SMA. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari kader-kader baru sebagai pengganti senior mereka (kakak-kakak Karang Taruna Sumohadiwijayan) yang sudah mulai habis masa jabatannnya. Farid Abbad (ketua karang taruna) dalam sambutannya, “Acara ini sangat penting untuk diikuti oleh pemuda asli Kajen, karena kalianlah yang akan menguri-uri sejarah desa dan memperkenalkan potensi wisata edu religi Desa Kajen kepada masyarakat liuar,” terangnya. Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul satu siang dan selesai sampai bedug Maghrib tiba yang selanjutnya diadakan buka puasa bersama, karena bertepatan dengan Bulan Ramadan, minggu (10/06/18).

Materi pertama diisi dengan pengenalan sejarah Desa Kajen, mulai dari sejarah K.H Syekh Ahmad Mutamakkin sampai menjadi Desa Kajen yang kita kenal sekarang ini. Para peserta sangat antusias sekali, dengan seksama mereka mendengarkan pemaparan dari Gus Taufiq serta tak lupa untuk mencatat hal-hal penting dari yang beliau sampaikan.

 

Dalam salah satu sesi Gus Taufiq juga meminta salah satu dari peserta untuk membaca kitab arab pegon yang tertera di layar proyektor. Kitab tersebut adalah salah satu dari karangan ulama Desa Kajen sendiri. Terdengar decak kagum juga dari para peserta serta Tim PKM yang mendampingi selama acara berlangsung. Keahlian mereka membaca kitab dalam tulisan arab pegon adalah hal yang harus dikuasai oleh seorang santri.

Ini adalah bukti bahwa potensi mereka sebagai santri Kajen tidak diragukan lagi. Karena dari tulisan-tulisan arab pegon itulah sejarah Desa Kajen dapat dipelajari. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab peserta dengan Gus Taufiq seputar sejarah Desa Kajen yang sangat menarik sekali, bilapun dibahas hari ini tak akan ada usainya.

Selanjutnya materi kedua adalah public speaking oleh Ibu Kamilia. Awalnya Ibu Kamilia membuat simulasi public speaking dengan praktek tour guide yang langsung didampingi oleh Ibu kamilia. Pada simulasi tour guide, kakak-kakak PKM Undip yang dijadikan sebagai aktor yang memerankan seolah-olah mereka adalah pendatang awam yang ingin tahu tentang keunikan Kajen. Simulasi pemandu wisata dilakukan agar Bu Kamilia mengetahui kekurangan dari teman ( Faiz Pajaran )

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.