Home Info Pati Waspada Krisis Pangan Mengancam Ketahana Negara

Waspada Krisis Pangan Mengancam Ketahana Negara

Krisis Pangan
Nug/Wartapati. Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Sebagyo SE MH, membuka sosialisasi empat konsensus dasar berwarga negara di Balaiesa Bumiayu Kecamatan Wedarijaksa, Rabu malam (8/8/2018).

Wartapati.com Wedarijaksa – Krisis pangan dan energi berpengaruh pada ketahanan sebuah negara. Karenanya peran petani dan TNI mulai dari tingkat desa memegang penuh ketahanan negara dari provokasi pihak-pihak yang memiliki kepentingan.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPR RI H Firman Subagyo SE MH, usai sosialisasi empat konsensus dasar berwarga negara bersama Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm. Arif Darmawan di Balai Desa Bumiayu Kecamatan Wedarijaksa, Rabu malam (8/8/2018).

Baca juga: Periksa Ponsel Siswa Yang Bolos, Satpol PP Pati Temukan Konten Porno

“Apa yang harus dilakukan petani? Justru ketahanan negara diawali dari tingkat pemerintahan paling bawah. Warga masyarakat sebagai tiang demokrasi. Dan petani memiliki peran penting. Sebab rezim jatuh kalau terjadi krisis, salah satunya krisis pangan. Kita kalau lihat rilis PBB pada tahun 2050 peningkatan penduduk mencapai 9,6 milyar kepala manusia. Kalau saat  baru  hanya 7 milyar,” terangnya.

Mengingat membludaknya jumlah manusia dari tahun ke tahun berpotensi menciptakan krisi pangan. Lanjut Firman Subagyo, saat ini Kementrian Pertanian (Kementan) dan TNI bergerak mengawal petani, sedangkan peran dari anggota DPR-MPR mengawal kebijakan regulasi dan budgeting (anggaran).

“Ini dalam bentuk ketahanan negara. Karena kalau rakyat lapar akan mudah dihasut untuk melakukan tindakan apapun. Sekarang pendemo banyak mengharapkan imbalan hanya 50 ribu rupiah. Maka sosialisasi ini mengutamakan pertahanan dari tingkat bawah. Merangkul Dandim agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Baca juga: Bupati Pati Temukan Rumah Belum Kibarkan Merah Putih di HUT RI KE-73

Sosialisasi empat konsensus dasar berwarga negara kedepannya tidak hanya di desa saja, melainkan di daerah perkotaan, dimana pelajar dan tokoh lintas agama menjadi sasaran berikutnya guna memperkuat pertahanan negara. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.