Warga Swadaya Perbaiki Pondasi Sungai Jiglong Margorejo Pati

140
0
Read Time1 Minute, 43 Second

Wartapati.com Margorejo – Selama kurun waktu tujuh tahun sejak dibuatnya saluran air dari Sungagi Hulu Jiglong, warga Rt 8 RW 3 dan Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo dan donatur berswadaya untuk perawatan aliran sungai.

Hal ini dilakukan setiap tahun mengingat kerusakan kerap terjadi pada titik-titik tertentu. Mayoritas kerusakan terjadi pada pondasi dasar dan tepi hulu sungai yang tergerus air deras ketika hujan dari kawasan lereng muria.

dalam kurun waktu itu, warga berswadaya baik pembiayaan dan tenaga untuk perbaikan aliran air yang kebetulan melintas di tengah perumahan.

Travel mahesa pati travel pati jogja

Mengintip Rencana Pembangunan Alun Alun Jakenan

Ketua RT AlimMustakim mengatakan Sungai Hulu Jiglong dibuat atas audiensi warga kepada bupati. Sejak dibuatkan aliran sungai tersebut, belum ada bantuan perawatan dari pemerintah.

“Ini di titik Sungai Jiglong hulu Desa Muktiharjo. Sungai ini sejak 2013 perintah dari bupati dari warga menyampaikan audiensi. Dikasih (dibautkan) sungai ini dan sejak itu sampai sekarang belum ada (bantuan) perawatan. Ini swadaya masyarakat,” kata Alim, Minggu (16/2/2020).

Kerusakan yang baru-baru ini terjadi pada pertengahan Januari 2020, dimana banjir bandang merendam 70 rumah. Tak hanya itu, tepi sungai dan tanah penyangga sebagai dasar jalan perumahan pun tergerus air. Hal ini membuat kecemasan warga karena berpotensi terjadi kerusakan lebih parah apabila tidak ditangani dengan cepat.

Mengingat perbaikan ini bersifat swadaya dari warga dan donatur, maka tidak bisa terselesaikan keseluruhan sesuai kebutuhan, yakni sepanjang 120 meter dengan kedalaman 100 sentimeter dan lebar 60 sentimeter.

Pihak warga  hanya mampu menggarap tepi sungai sepanjang 40 meter dengan kedalaman 700 sentimeter dan lebar 40 sentimeter. Ketua RT mengatakan sekali perbaikan menelan biaya 15 juta rupiah.

“Kita beri pondasi penguat saja yang ada di samping. Kalau kebutuhan 120 meter, kita baru kerjakan 40 meter. Kita menunggu dana bantuan, kalau tidak ya swadaya masyarakat lagi,”

Alim berharap agar pihak pemerintah segera turun tangan menangani permasalan ini, pasalnya warga khawatir terjadi kerusakan lagi mengingta intensitas hujan yang cuup tinggi.

“Ini intensitas hujan tinggi, warga takut kalau tidak ada perbikan secepatnya takutnya jalan bisa ambrol,” pungkasnya.

Kontributor : Nugroho
Editor : Dianovery

Kalau kepati jangan lupa kulinet yang satu ini wajib untuk di incipi


0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here