Home Info Pati Unik dan Khas, Masjid Di Pati Ini Gabungkan Arsitektur Eropa dan Jawa

Unik dan Khas, Masjid Di Pati Ini Gabungkan Arsitektur Eropa dan Jawa

1004
0
SHARE
Masjid Di Pati
Nug/wartapati. masjid di Pati bergaya arsitektur jawa-eropa

Wartapati.com Pati – Unik dan berbeda patut disematkan pada arsitektur masjid yang berlokasi di gang II Desa Kaborongan Kecamatan Pati. Perpaduan unsur modern Eropa dan etnis Jawa sangat dominan di tiap detail bangunan masjid ini.

Dari bentuk bangunan persegi nan sederhana ini mengisyaratkan bangunan tradisional Jawa. Sedangkan pemilihan ornamen dinding, pengaman tangga dan lainnya sarat dengan arsitektur Eropa bak kastil kerajaan.

Baca juga: Ini Jadwal Imsakiyyah Valid Dari Kemenag Pati Untuk Warga

Masjid berlantai dua ini mampu menampung seribu jemaah sholat. Konsep tersebut tentunya memiliki alasan tersendiri, yakni terbuka seperti dinding lantai dasar yang tidak memiliki daun jendela.

“Ya memang semestinya mesjid itu terbuka untuk umat, terbuka secara pemikiran serta ilmu. Sehingga tidak tertutup, eksklusif begitu, namun terbuka. Untuk siapa saja,” ungkap Takmir Masjid Djauhrotul Imamah, Sigit sulistiyo, Kamis siang, (17/5/2018).

Masjid yang dibangun di area seluas 3000 meter persegi ini menyisakan ruang terbuka untuk penghijauan sekaligus sarana edukasi. Luas bangunan masjid sendiri sekitar 400 meter persegi berlantai dua.

Dibalik uniknya bentuk bangunan, masjid itu menerapkan manajemen zero atau manajemen nol.

“Manajemen yang zero kepentingan dan zero modal. Zero kepentingan, orang gak boleh masuk sini punya kepentingan politik, jabatan, pingin dukungan atau ingin popular, orang masuk sini yang dicari hanya Allah. Kemudian zero modal, biar Allah yang modali. Kita tidak bergantung pada manusia,” Kata Takmir Masjid yang sekaligus Dosen Perguruan Tinggi Islam.

Baca juga: Perguruan Pencak Silat dan Lembaga Keagamaan Galang Dukungan Polres Pati

“Era 1950-1960-an. Tanah yang kita dirikan ini dulunya adalah wilayah black area, dulu disini di blok gang dua ini. Makanya ketika masjid ini diresmikan, orang tua banyak memberi ucapan selamat. Harapannya setidaknya memberikan pencerahan. Alhamdulillah masjid ini dukungan dari masyarakat. Jadi tidak punya saya sendiri atau wakaf. Itu tidak,” ungkap Sigit.

Setiap Ramadhan, takmir masjid mengadakan kegiatan sharing seperti tahun-tahun sebelumnya. Kebetulan di Ramadhan 1439 Hijiriah atau 2018 Masehi ini, Masjid Djauhrotul Imamah mengangkat tema sharing edukasi dari kalangan pengusaha Pati berhijrah. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here