Home ReneGo Tuna Daksa Asal Sumbermulyo Winong Pati Mahir Buat Meubel

Tuna Daksa Asal Sumbermulyo Winong Pati Mahir Buat Meubel

SHARE
Sumbermulyo Winong Pati
Istimewa/Wartapati. Sarwi, seorang tuna daksa pengerajin meubel kayu dari desa Sumbermulyo, Winong, Pati.

Wartapati.com Pati – Keterbatasan tak menghalangi tuna daksa asal Desa Sumbermulyo Winong Pati untuk berkarya kerajinan meubel. Dia bernama Sarwi yang terampil membuat meja, kursi dan almari sebagai sumber pendapatan utama dengan omzet puluhan juta.

Dari balok kayu yang merupakan bahan baku, Sarwi membersihkan menggunakan alat pertukangan. Lantas dengan kedua tangannya, Sarwi mulai mengukur, memahat dan merangkai menjadi sebuah perabot rumah tangga.

Baca juga: Latihan Rutin, Cibo Grastrack Ngepungrojo Pati Siap Rebut Juara

 

Pria tuna daksa akibat penyakit polio itu berkecimpung kerajinan kayu sejak 1998. Diceritakan awal mula memelajari ilmu meubel mengalami kesulitan. Malahan pelatihan pertama kali yang didapatnya adalah ilmu elektronik di Rehabilitasi Centrum (RC) Solo tahun 1994.

Sarwi hanya bertahan lima hari selama belajar dengan alasan tidak kerasan hingga memutuskan untuk pulang. Dikampungnya, Sarwi tak sengaja melihat orang membuat sangkar burung. Dari melihat itulah, Dia mencoba membuat sangkar dengan bentuk yang sama pada saat itu.

Upaya yang dilakoni itu ternyata bebuah manis lantaran penjualan sangkar burung lancar.

“saya kembangkan mulai membuat kursi dari kayu dengan bahan baku mentah yang diperoleh dari tetangga yang berkerja sebagai tukang potong kayu,” kata Sarwi.

Tetangganya mulai melirik keterampilan Sarwi dan tak segan untuk mengajaknya bekerjasama membuat meubel dari kayu. Berjalannya waktu, Sarwi memilih untuk berdiri sendiri mengembangkan kerajinan meubel.

Bersama seorang karyawan, usahanya semakin berkembang. Pesanan demi pesanan diterimanya, mulai dari konsumen lokal hingga Ibu Kota Jakarta.

Baca juga: Kesan Kumuh Melekat di Gedung Kesenian Pati Saat Ini

 

Omzet yang diperoleh dari berwirausaha meubel lebih dari 10 juta rupiah perbulan pada saat ramai pesanan. Bahkan untuk memenuhi permintaan, Sarwi dan seorang karyawannya kulawalahan menggarap meubel.

Sarwi, seorang tuna daksa yang tak mau menerima keterbatasannya dalam berkarya. Melaui keterampilan, Dia justru berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi pihak yang membutuhkan. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.