Home Info Pati Budaya Tiga Unsur Penting Tradisi Meron Sukolilo

Tiga Unsur Penting Tradisi Meron Sukolilo

150
0
SHARE

Wartapati.com Meron Sukolilo – Adat menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW oleh masyarakat Pati, khususnya warga Kecamatan Sukolilo memiliki tradisi unik yaitu Meron. Tak hanya menampilkan gunungan simbol potensi daerah, namun tradisi meron kini lebih bervariasi dengan menampilkan kreativitas pelajar, Sabtu (2/12).

Dalam sambutan sebelum memberangkatkan peserta pelajar untuk memeriahkan tradisi meron, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Pati, Sarpan yang mewakili Bupati Pati menjelaskan dalam tradisi tersebut terkandung tiga unsur penting yakni pendidikan atau edukasi ekonomi dan spiritual.

“Temanya tadi tepat sekali, umat berakhlak negara bermartabat, guru mulia karena karya. Serangkaian edukasi, saya melihat, merasakan ada tiga aspek penting yaitu edukasi, spiritual dan ekonomis. Karena kegiatan ini menjadi rangkaian kegiatan di mana masyarakat diikutsertakan. Unsur ekonomi, saya melihat karena sepanjang jalan ini banyak pedagang yang menjajakan dagangannya untuk masyarakat (pengunjung),” kata Sarpan di Halaman Yayasan Pengembang Pendidikan Agama Islam, Sultan Agung, Sukolilo.

Sedangkan unsur spiritual, lanjut kepala Dinas P dan K, Meron sebuah tradisi yang memeringati kelahiran Nabi Muhammad yang digabungkan dengan unsur edukasi dimana pelajar sebagai tunas bangsa turut memeriahkan Meron dengan kreativitas.

Dalam tradisi meron tahun 2017, pelajar dari yayasan pengembangan pendidikan agama Islam Sultan Agung, Sukolilo mengikutsertakan 1500 pelajar dengan menampilkan kreativitas

“1500 siswa dengan kreativitas masing-masing acara ini tahunan. Meron tahun ini dihadiri Muspika termasuk yang diwakilkan Bupati Pati melalui Kepala Dinas Pendidikan,” kata Ketua Yayasan, Haris Rahmat.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here