Home Info Pati Memprihatinkan, Tempat Kos Di Pati Diduga Banyak Digunakan Pelajar Untuk Ngamar

Memprihatinkan, Tempat Kos Di Pati Diduga Banyak Digunakan Pelajar Untuk Ngamar

SHARE
Razia Kost
Nug/Wartapati. Razia tempat kos di Desa Dadirejo, Margorejo, Rabu (11/4/2018).

Wartapati.com Pati – Kondisi sejumlah tempat kos di Pati dinilai kian memprihatinkan. Disinyalir kos-kosan yang kini menjamur itu banyak disalahgunakan. Ironisnya bahkan dalam sejumlah razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati kerap mendapati pasangan pelajar yang tengah berduaan di kamar kos.

Hal itu terungkap dari razia yang dilakukan kali  ketiga oleh Satpol PP Pati dan sudah menjaring puluhan pasangan bermasalah. Yakni pasangan tidak resmi hingga pasangan pelajar.

Baca juga: Sasar Tujuh Kafe, Satsabhara Polres Pati Amankan Ini

Razia itu menindakanjuti keluhan warga yang akhir-akhir ini santer diterima pemerintah daerah. Sedikitnya belasan rumah kos di dua titik, yakni di Desa Winong, kecamatan kota dan Dadirejo Kecamatan Margorejo menjadi sasaran razia yang menggandeng unsur kepolisian, TNI, Perangkat kecamatan dan dinas pariwisata, Rabu (11/4/2018).

Kasatpol PP melalui Sekertaris, Imam Rifa’i mengatakan dari pengamatan petugas ketika merazia ditemukan adanya perubahan fungsi kamar kos. Penyalahgunaan itu hingga melanggar norma kesopanan.

“Jadi untuk ketiga kalinya ini kita mengadakan, dan setiap kali merazia di tempat-tempat kos itu menemukan hal yang baru, diantaranya tentang tata tertib dan etika di kos yang tidak jelas,” katanya.

Pihaknya tidak bisa menemukan penanggung jawab untuk diminta keterangan termasuk mekanisme pengawasan terhadap penghuni kos.

Nug/Wartapati. Razia tempat kos di Desa Dadirejo, Margorejo, Rabu (11/4/2018).

“Seolah-olah kos itu liar, jadi dikasih tatib tapi tidak pernah diawasi. Hasilnya kemarin kita menemukan pasangan yang tidak jelas. Bahkan itu yang sangat prihatin itu anak sekolah,” lanjutnya.

Baca juga: Pelaku Curanmor di Margoyoso Sempat Diamankan Warga

Penghuni kos yang menyalahi tatib terbanyak ditemukan di kawasan kos Desa Randukuning kecamatan kota beberapa waktu lalu. Bahkan desain tempat kos di desa itu tidak sesuai standar.

“Dari desain saja saya tidak setuju. Kos-kosan tidak ada ruang sosialisasi sama sekali. Kemudian tidak ada ruang keluarga. Disitu bebas putra dan putri. Menerima tamu kan tidak ada tempatnya, mau tidak mau kan harus di dalam kamar,” ungkap Sekertaris Satpol PP Pati. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.