Home Info Pati Budaya Sejarah Persatuan Pedagang Sepeda Veteran Pati yang Butuh Hidup

Sejarah Persatuan Pedagang Sepeda Veteran Pati yang Butuh Hidup

Persatuan Pedagang Sepeda Veteran Pati
Nug/Wartapati. Kios pedagang sepeda yang tergabung di Persatuan Pedagang Sepeda Veteran (PPSV) Pati, bertempat di Pasar Sleko Pati

Wartapati.com Pati – Berdirinya Persatuan Pedagang Sepeda Veteran (PPSV) Kabupaten Pati dilatar bekalangi karena kebutuhan hidup pada saat itu. Organisasi pedagang sepeda yang kini hanya berjumlah beberapa pedagang saja pernah merasakan kejayaan penjualan sepeda pada tahun 1976.

Baca juga: HUT Bhayangkara Ke 72, Sat Latas Berbagi

Ketua PPVS Pati, Subari menceritakan jika awal berdirinya wadah tersebut memang benar-benar dari anggota veteran asli Kabupaten Pati. Dimana pada kala itu mereka berfikiran butuh menyambung hidup, maka muncullah PPSV pada tahun 1972 di Gedung Nasional yang yang kini menjadi GOR Pesantenan.

“Awalnya ada 15 veteran, karena butuh hidup dari veteran itu sendiri, jadi nguda rasa (sadar diri-red). Kalau ini teman-teman veteran ini supaya usianya panjang, ya taruhlah dari pemerintah daerah pada waktu itu mengizinkan bahwa orang veteran mendirikan organisasi disitu,” kata pria yang menjabat ketua sejak 1998 itu.

Jaya PPSV pada tahun 1977 dimana penjualan sepeda pada kala itu mampu tembus 70 unit setiap harinya. Harga sepeda waktu itu hanya 40-70 rupiah saja, dan yang menjadi primadona pengunjung adalah sepeda unta jadul buatan negeri kincir angin Belanda.

Pada tahun 1982 pasar sepeda mulai dipindahkan ke kompleks Pasar Sleko atau Kompleks Terminal Kembang Joyo. Maka PPSV juga ikut berpindah meski penjualan unit mulai menurun.

Penurunan penjualan sepeda mulai dirasakan pedagang yang bernaung di PPSV pada tahun 1979 dimana toko sepeda baru mulai bermunculan. Ditambah dari toko-toko tersebut menerima sistem jual beli dan tukar tambah.

“Dulu hanya menjual saja, tidak boleh beli atau tukar tambah. Nah ini organisasi jadi tidak karuan, bahkan di warung-warung desa menjejer sepeda, setiap kecamatan ada toko sepeda. Yang dulu di Kabupaten Pati hanya pasar sepeda Pati dan veteran,” kata Subari.

Baca juga: Wabup Pati Obrlokan Gratis Pelatihan Bagi Mantan Narapidana

Rata-rata saat ini penjualan sepeda dari pedagang yang bergabung di PPSV hanya 5-10 unit saja tiap harinya. Ditambah harga sepeda saat ini semakin murah yang memaksa organisasi tersebut tetap ada meski meredup.

“Yang dirasakan income sudah tidak mencukupi, supaya taruhlah saya hanya menangisi pada pemerintah daerah kalau bisa retribusi (keringanan) dipkirkan,” pungkas putra dari anggota veteran.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.