Home ReneGo Njagong Santri Gadget Dan Video

Santri Gadget Dan Video

Santri
WPZ/wartapati.Sahal Abdillah, Siswa Kelas X MIPA VII SMAN 3 Pati sedang menyampaikan materi Pertidaksamaan Nilai Mutlak dalam tugas pembuatan video mengajar Matematika Wajib di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an Al-Aziz, Desa Puri Kecamatan Pati (15/9).

Hampir tengah malam, pukul 22.30 WIB, di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Aziz Desa Puri Kecamatan Pati (15/9), salah seorang santri bernama Sahal Abdillah (15th) bukannya tidur malah bergaya seolah seperti kiainya yang sedang menerangkan materi pengajian.

Wartapati yang sedang berkunjung ke pesantren tersebut sempat dibuat heran dan bertanya, “sudah malam begini kok masih ada ngaji.” Yang membuat heran lagi sosok yang terlihat begitu percaya diri berdiri di depan papan tulis. “Apa benar ini kiainya?”

Namun di hadapannya tampak sebuah hand phone android sedang menyala aplikasi videonya.

Benar saja, ia mendapatkan tugas dari gurunya di sekolah untuk membuat video mengajar dengan Mata Pelajaran Matematika Wajib, temanya Pertidaksamaan Nilai Mutlak.

“Setiap selesai bab yang dibahas selalu ditugaskan mebuat video seperti ini,” begitu katanya.

Ternyata kali ini adalah tugas yang kelima ia membuat video. Dari pengalamannya membuat video mengajar ini, Sahal merasa mendapatkan pengetahuan lebih baik ketimbang saat di kelas.

“Kan kalau di kertas (membaca dan menulis) biasanya siswa kurang memahami. Tapi dengan video siswa mampu belajar lebih mendalam tentang pelajaran yang didalami,” ungkapnya.

Sisw Kelas X MIPA VII di SMAN 3 Pati ini menambahkan bahwa strategi penugasan guru mapelnya tepat mengenai sasaran, yakni untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan. “Dari situ juga akan diketahui apakah siswa benar memahami atau tidak,” katanya.

Strategi penugasan yang dilakukan Sahal mendapatkan respon positif dari teman-temannya di pesantren tersebut. Ialah Mohammad Iqbal Baihqi, Kelas XI IPA 3 SMA 1 Pati. Iqbal menyatakan tentang ketertarikannya pada tugas Sahal lantaran merasa sangat mudah memahami penyampaian temannya sendiri.

“Saya sangat tertarik karena penjelasannya sangat detail. Malah lebih paham diulang temen. Kalau di sekolah, guru angger teko ngongkon (setiap datang menyuruh) buka buku, baca, pahami, presentasi, ulangan. Gitu saya malah tidak paham,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Andi Susilo, Kelas XII Tekhnik Permesinan di SMKN 4 Pati yang juga pernah mendapatkan tugas membuat video tentang seni membuat kerajinan tangan dan Irfan Farisi, Kelas XII IPA 9 SMA 1 Pati dengan tugas nembang Bahasa Jawa.

“Saya menjadi lebih bisa menghayati dan merasakan asyiknya nembang Bahasa Jawa,” tutur Faris.

Keempat siswa tersebut memang selalu mengadakan kegiatan belahar bersama meski sekolah dan materi pelajaran mereka berbeda. Hal itu mereka lakukan setiap hari kecuali libur dan di luar kegiatan pesantren.

“Kalau pas ngaji ya ngaji, kalau saatnya belajar ya kita harus belajar,” terang Sahal.WPZ

Bersambung,.

Comments

comments

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.