Home Info Pati Sampah Pohon Berdiameter 80 cm Teronggok Di Sungai Simo Pati-Juwana

Sampah Pohon Berdiameter 80 cm Teronggok Di Sungai Simo Pati-Juwana

SHARE
Pohon Berdiameter 80 cm
Nug/Wartapati. Sampah pohon berdiameter 80 cm teronggok di saluran sungai Simo sepanjang jalan Pati-Juwana, Jumat (9/2/2018).

Wartapati.com Pati – Pembersihan sampah yang menyumbat saluran Sungai Simo selama dua hari ini (8 Februari hingga 9 Februari 2018) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang (DPUPR) Pati menemukan batang pohon berdiameter 80 cm.

Baca juga: Hutan Rusak Jadi Penyebab Dukuhseti Terendam Banjir

Temuan sampah kebun itu di saluran irigasi jalan Pati-Juwana Kilometer 15. Untuk mengambil pohon yang menyumbat saluran, petugas mengerahkan 10 personil dan alat berat eskavator untuk menarik dan dipindahkan ke bak dum truk.

Matri UPT DPUPR Kecamtan Pati, Krishadi, mengatakan, curah hujan tinggi beberapa hari ini berakibat banjir yang membawa sampah kebun dari hulu lereng Gunung Muria. Namun asal pohon yang teronggok di irigasi tersbeut tidak diketahui darimana asalnya.

“Personel sekitar 10 orang. Alat berat bego (eskavator) satu unit dan dum truk yang mengangkat sampah ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sukoharjo, Margorejo,” paparnya didampingi Kepala UPT DPUPR Wilayah Kota, Trio Budiharto.

Nug/Wartapati. Sampah pohon berdiameter 80 cm teronggok di saluran sungai Simo sepanjang jalan Pati-Juwana, Jumat (9/2/2018).

Selain sampah kebun yang mendominasi di sepanjang aliran Sungai Simo, petugas juga memindahkan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran. Sedikitnya 15 bak dum truk sampah yang berhasil dipindahkan selama dua hari kerja.

Baca juga: Banjir, Ratusan Hektar Sawah di Dukuhseti Terancam Puso

Faktor lain penyebab banjir adalah sedimentasi (ednapan) dan permukaan jembatan yang rendah. Sehingga banyak sampah yang tersangkut pada dasar jembatan.

“Sekarang ini sepanjang Sungai Simo, sepanjang jalan Pati-Juwana itu juga ada sampah. Karena kendalanya jembatannya terlalu rendah, sidamping itu sedimen untuk Kali Simo seharusnya dinormalisasi,” katanya. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.