Home Info Pati Budaya Pusaka Kuno Zaman Kerajaan Dipamerkan di Gedung Juang Pati

Pusaka Kuno Zaman Kerajaan Dipamerkan di Gedung Juang Pati

Pusaka Kuno
NUG/wartapati Pusaka Kuno Zaman Kerajaan Dipamerkan di Gedung Juang Pati

Wartapati.com Pati – Kabupaten Pati merayakan hari jadinya ke-695 tergolong unik. Pasalnya dalam memeriahkan hari jadi kota yang tergolong tua di Pulau Jawa ini menggandeng Persatuan Paguyuban Tosan Aji Antique Pati (PPTAAP) memamerkan koleksi pusaka kuno zaman kerajaan Budha.

Baca juga: Waspada Krisis Pangan Mengancam Ketahana Negara

Sesuai dengan usia Kabupaten Pati, PPTAAP memamerkan pusaka koleksi dari anggotanya sebanyak 695 buah. Terdiri dari keris, tombak, cincin, patung dan besi zaman Budha di Tanah Jawa. Rata-rata pusaka kuno yang tertata rapi di dalam Gedung Juang, dibuat pada abad 10-15 masehi.

Pusaka Kuno
NUG/wartapati Pusaka Kuno Zaman Kerajaan Dipamerkan di Gedung Juang Pati

Meski berusia ratusan tahun, pusaka koleksi itu masih terlihat utuh dan terawat. Mulai dari zaman Kahuripan, Padjadjaran hingga Majapahit terpajang rapi untuk memanjakan pengunjung.

Ketua panitia pameran Tosan Aji, Joko Susilo mengatakan pameran kali ini terbuka untuk umum. Dengan maksud menambah wawasan pengunjung terkait pusaka-pusaka kuno.

“Ada yang ingin membeli boleh, atau misal ada pusaka yang sudah rusak mungkin deder-nya rusak bisa hadir melihat-lihat atau membeli,” terang Joko Susilo usai pembukaan pameran, Jumat pagi (10/8/2018).

Baca juga: Diduga Kebakaran Kapal Juwana Karena Percikan Api Las

Semua barang yang dipamerkan memiliki nilai estetika masing-masing, sehingga hampir 700-an barang yang ada tergolong benda-benda kuno istimewa.

Pusaka Kuno
NUG/wartapati Pusaka Kuno Zaman Kerajaan Dipamerkan di Gedung Juang Pati

“Kebanyakan disini istimewa. Kalau istimewa itu tergantung penilaian masing-masing namun semua istimewa karena pembuatannya dari empu kuno,” lanjutnya. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.