Home Info Pati Petani Gembong Didorong Pakai Pupuk Cair Organik

Petani Gembong Didorong Pakai Pupuk Cair Organik

berita pati hari ini
Istimewa/Wartapati. Pembuatan pupuk vegetatif organik (puveor) BPP Kecamatan Gembong.

Wartapati.com Gembong – Petani di Kecamatan Gembong mulai didorong memanfaatkan pupuk organik. Termasuk pupuk cair dari bahan organik yang bisa dibuat secara mandiri dengan bahan-bahan limbah dapur.


Salah satu terobosan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gembong yang memprioritaskan pupuk berbahan baku limbah ramah lingkungan yang disebutnya pupuk vegetatif organik (puveor).


Koordinator BPP Kecamatan Gembong Sri Ratnawati memaparkan pembuatan puveor memerlukan bahan-bahan sederhana. Seperti rumput arolla, daun insulin, bonggol pisang, bawang merah, kulit nanas, sepet kelapa kering, molase dan air kelapa.


“Semua bahan dilumat hingga halus, kecuali sepet kelapa. Untuk sepet kelapa, terlebih dahulu harus direndam selama kurang lebih satu jam untuk hasil yang maksimal,” ungkapnya baru-baru ini.


Proses selanjutnya membutuhkan blung untuk media fermentasi dengan mencampur air kelapa. Bahan yang sudah dilumat dimasukkan kedalam blung, termasuk sepet kelapa yang sudah direndam dan tetes tebu kemudian aduk.

“Selanjutnya blung ditutup dengan penutup yang sudah ada selang penghubung ke botol mineral bekas. Selanjutnya difermentasi hingga dua minggu dengan catatan, setiap tiga hari tutup dibuka dan diaduk hingga rata,” jelasnya.


Ketika sudah memasuki dua minggu, pupuk siap untuk digunakan. Akan tetapi, hasilnya akan lebih maksimal apabila disaring terlebih dahulu.

“Cairan yang sudah siap pakai, kami masukkan kedalam botol kemasan untuk nantinya digunakan. Saat ini kami juga masih uji coba untuk penggunaan Puveor ini,” imbuhnya.

Untuk memastikan hasil, pihaknya saat ini tengah melakukan uji coba terhadap tanaman padi, yakni di Desa Plukaran, Ketanggan, Gembong dan Klakah Kasihan. Sampai saat ini, hasil tanaman padi yang dipupuk menggunakan Puveor hasilnya sudah maksimal.

“Kami terus melakukan pemantauan untuk Puveor ini. Setiap minggu kami terus melakukan penelitian untuk mengetahui perkembangan tanaman yang dipupuk menggunakan Puveor tersebut,” tandasnya.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.