Home Berita Nasional Peserta Lomba Video Pendek ‘Polisi Sahabatku’ Antusias Kirimkan Karyanya

Peserta Lomba Video Pendek ‘Polisi Sahabatku’ Antusias Kirimkan Karyanya

SHARE
Polisi Sahabatku
Ilustrasi/Wartapati. Polisi sahabatku.

Wartapati.com Kudus – Mendekati batas akhir keikutsertaan lomba video pendek yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya dan Polres Kudus dalam Rangka Hari Bhayangkara Yang Ke 72, peserta yang mengirim video bedurasi 1 menit semakin antusias. Ini terlihat dalam banyaknya warga usia muda yang bertanya maupun yang masih mengirim karya karyanya.

Baca juga: Lima Sektor PAD 2017 Belum Terealisasi, Ini Alasannya

“Batas akhir pengiriman lomba video pendek dengan tema Polisi Sahabatku tanggal 25 Juni, hari Senin tepat pukul 21:00” terang Ketua panitia, Galih Manungggal, Jumat 21/06/2018.

Polisi sahabatku
Ilustrasi/Wartapati. Polisi sahabatku.

Untuk itu Galih menghimbau bagi para peserta yang masih dalam proses produksi atau masih dalam pengerjaan bisa mengirim video sesuai dengan batas waktu yang ditentukan panitia, karena kalau melewati dari batas waktu yang ditentukan. Maka secara otomatis video yang dikirim peserta akan di anulir (tidak berlaku).

Galih juga mengucapkan banyak terimakasih kepada peserta yang sudah mengirimkan karya terbaiknya.

“Hingga hari jumat tanggal 22 juni sudah ada 13 video yang masuk, kami dari IJTI Muria Raya mengucapkan banyak terimakasih pada peserta yang sudah mengirimkan video terbaiknya. Dan Kami masih menunggu hasil karya para sineas muda lainnya untuk ikuti lomba video pendek dengan tema polisi sahabatku” bebernya.

Polisi sahabatku
Ilustrasi/Wartapati. Polisi sahabatku.

Terkait dari aspek penilaian lomba yang berhadiah total 16 juta rupiah tersebut, banyak peserta yang bertanya tentang pengaruh like di instagram. Galih menyatakan like memang ada point untuk penilaian juri, namun yang paling tinggi pointnya adalah kualitas gambar dan kesesuaian tema.

“Like terbanyak di IG memang ada pointnya, namun itu tak sampai 10 persen, poin tertinggi dari penilaian juri yaitu kualitas gambar dan audio, kemudian sesuai tema, isi atau pesan dari video tersebut, dan yang penting tidak menjiplak karya orang lain”, Jelas Galih yang juga jurnalis TV Swasta.

Baca juga: Hasil Sidak, PNS di Pati Bolos Tanpa Keterangan

Sementara itu Jemy, bidang IT dalam lomba yang digelar dalam rangka mendekatkan polisi dan masyarakat tersebut, menyatakan panitia akan bisa mendeteksi jika ada video yang tidak fair atau menjiplak hasil karya orang lain.

“Jangan takut berkarya, tetap berkreativitas dan bangga dengan hasil karya sendiri, dan jika ada yang menggugat terkait hasil karya yang di jiplak akan menjadi tanggung jawab peserta ” Tutupnya. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.