Home ReneGo Pesantren Pati Siap Kerja Sama Dengan Perusahaan Tingkat Provinsi

Pesantren Pati Siap Kerja Sama Dengan Perusahaan Tingkat Provinsi

nug/Wartapati. Sarasehan berkedaulatan desa berbasis pesantren di Ponpes Raudlatul Ulum Kajen Kecamatan Margoyoso bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rabu malam (17/10/2018).

Wartapati.com Margoyoso – Pelan namun pasti, istilah tersebut yang saat ini tepat bagi perkembangan dunia wirausaha kalangan santri lokal Pati. Setelah mendapat ‘jalan’ mendapat fasilitas yang mendukung dari Pemkab Pati, kini santri-santi bumi mina tani siap mengepakan sayap ke tingkat yang lebih tinggi.

Santri merupakan satu pelaku kecil dalam UMKM. Seperti santri santriwati dari Ponpes Raudlatul Ulum dan Laras Jagat Desa Kajen Kecamatan Margoyoso yang mulai memproduksi olahan produk skala ultra micro.

Baca Juga : Filosofi Pesantren Pati Jadi Gagasan Kedaulatan Desa

“Sebetulnya masih ke persoalan pasca produksi skala luas, entah itu produksi, budidaya atau ketika dia bisa melakukan pengolahan. Itu kan pengelolaan masih sangat kecil, istilahnya ultra micro,” Papar Pengasuh Laras Jagat, Gus Umar fayumi usai sarasehan kedaulatan desa melalui peran santri dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rabu malam (17/10/2018).

Dalam skala yang sangat kecil ini, pihaknya menghadapi kendala lain, yakni pemasaran terutama dalam skala luas. Terlebih belum ada pihak yang benar-benar siap membeli produk dari santri.

“Nah ini seringkali menghadapi masalah di pembelian. Jadi belum ada yang betul-betul siap hadir untuk membeli dan siap memasarkan,” imbuhnya.

Padahal peran Pemkab sudah sangat mendukung kegiatan UMKM dari para santri yang ada di Pati, seperti menggratiskan biaya perizinan usaha kecil. Lanjut Gus Umar, dukungan tersebut akan lebih maksimal apabila ada pihak lain yang siap menampung hasil produksi para santri.

“Pemerintah dari sisi perizinan sudah digratiskan selama kita yang berizin, dimana perizinan bernilai lebih dari 4 juta itu digratiskan dilayani tanpa harus membayar itu sudah terjadi,” kata Gus Umar.

Melalui sarasehan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, diharapkan Pemprov memahami secara langsung kendala apa saja yang dihadapi santri dan santriwati di bidang usaha ultra mikro.

“Sehingga kerja sama dengan pemprov ini agendanya lebih luas lagi, kerjasama dengan pengusaha yang lebih besar bahkan kerjasama people to people atau lintas saudara. Semacam sister city bukan government to government. Atau dari people ke government. Ya menang pelang-pelan,” pungkas kyai muda asal Pati ini. Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.