Home Info Pati Pertanian Pati Kalah Dengan Luar Negeri, Ini alasannya

Pertanian Pati Kalah Dengan Luar Negeri, Ini alasannya

Pertanian Pati
Nug/Wartapati Bupati menyerahkan mesin

Wartapati.com PATIPertanian Kabupaten Pati dinilai masih menggunakan teknik manual mengandalkan tenaga manusia. Hal itu menjadi alasan pemerintah pusat mengedrop mesin pertanian agar pertanian Pati bisa bersaing dengan pertanian luar negeri.

Sebanyak 120 alat mesin pertanian (alsintan) didrop pemerintah pusat kepada 102 kelompok tani di Pati. Diantaranya bantuan tersebut terdiri dari 51 pompa air, 51 hand tracktor, 10 traktor roda empat dan 8 transpalnter.

Baca juga: Kembalikan Kesadaran Belajar Siswa Bisa Dengan Cara Ini

Adanya bantuan alsintan ini guna memercepat proses tanam hingga panen dan bersaing dengan pertanian luar negeri.

“Karena kita masih konvensional atau menggunakan tenaga manusia yang tidak secepat dibanding yang sudah menggunakan peralatan mekanik. Oleh karena itu, mekanisasi seperti ini akan terus menerus, kami lakukan. ujar Firman Soebagyo usai menyerahkan alsintan di Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Sabtu (27/1/2018).

Baca juga: Buang Sampah Didenda Satu Juta Rupiah

Pihaknya selaku wakil Komisi IV DPR RI pun mengupayakan pemenuhan kebutuhan petani Pati melalui proses inventarisasi. Ditargetkan alat pertanian mulai dari tanam hingga panen tiap desa terpenuhi.

Pertanian Pati
Nug/Wartapati. Bupati saat berada di mesin pertanian

Tersedianya alat penggiling dan pengering padi tiap desa juga dalam wacananya untuk meningkatkan ekonomi petani secara langsung. Adanya sarana tersebut di tiap desa untuk mendongkrak pendapatan petani, terhindar dari permainan tengkulak.

Baca juga: Ayo Berbagi Pati Habis-habisan Dedikasi Sosial di Daerah

Selaku Kepala Daerah, Bupati Haryanto, meminta kepada petani untuk memanfaatkan alsintan dengan baik dengan tidak mengabaikan perawatan dari alat pertanian. Karena sarana itu untuk memodernisasi pertanian daerah.

“Sehingga kita tidak ketinggalan, dan saya pesan jangan sampai pindah tangan. Kelompok ini pindah lain ke lain tempat yang akhirnya menjadi persoalan. Harus dimanfaatkan,” kata Bupati Pati didampingi Ketua Komisi A DPRD, Adji Sudarmadji dan Kadiseprtanak, Mukthar Effendi. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.