Home Info Pati Peringati Hari Habitat, Pelajar SMPN 1 Pati Daur Ulang Sampah

Peringati Hari Habitat, Pelajar SMPN 1 Pati Daur Ulang Sampah

Peringati Hari Habitat, Pelajar SMPN 1 Pati Daur Ulang Sampah
nug/Wartapati. Siswa-Siswi SMPN 1 Pati lomba mengolah sampah menjadi barang bermanfaat di Hari Habitat 6 Oktober

Wartapati.com Pati – Hari habitat yang jatuh pada 6 Oktober diperingati siswa SMPN 1 Pati dengan menampilkan kreasi mereka. Siswa-siswi menyulap sampah disekitar menjadi benda yang bernilai ekonomi tinggi dalam lomba inovasi olah sampah yang diikuti semua kelompok siswa.

Unsur sampah hampir tidak tampak di benda-benda hasil kreasi pelajar SMPN 1 Pati. Kelompok yang terdiri dari lima siswa tiap kelas itu berhak menentukan sendiri benda apa yang dipamerkan untuk dinilai juri.

Benda yang mereka olah berupa kerajinan tas, keset, kotak tisu, vas lengkap dengan bunga, bros, bandana, tempat pensil dan lainnya yang semuanya berasal dari sampah.

 

Satu siswa, Muhamad Fatkhul Rizqui Priyanta memilih membuat kipas angin dari limbah botol plastik dengan daya baterai sebagai penggerak. Benda yang dibuatnya lengkap dengan tempat pensil, sehingga lebih bermanfaat ketika belajar.

“Buat kincir angin dan tempat pensil dibuat dari stik bekas es krim, dinamo, tutup botol bekas lengkap dengan baterai, ini berfungsi ketika gerah saat di kelas untuk pendingin, ide dari teman dan senang bisa membuat ini,” katanya.

Koordinator bidang inovasi pengolahan sampah SMPN 1 Pati Lintuningsih mengatakan lomba inovasi sampah ini biasanya diadakan bertepatan dengan hari lingkungan hidup pada 4 Juni. Hanya saja padatnya kegiatan sekolah, sehingga lomba diselenggarakan bersamaan dengan Hari Habitat.

Sekolah yang terletak di Desa Kalidoro kecamatan kota ini mengajarkan olah sampah pada siswanya setiap hari Jumat. Maka dari itu siswa sangat familiar dengan sampah mana saja yang bisa diolah menjadi benda bermanfaat.

“Bahan yang diambil dari sampah yang ada di lingkungan sekolah, plastik, kemasan gelas, bungkus kopi, sedotan, kertas. Ini ada 29 kelompok terdiri 5 orang berasal dari tiap kelas. Harapannya dengan adanya sampah didaur ulang menjadi nilai estetika dan mempunyai sisi ekonomi, dari siswa bisa menghargai sampah itu,” pungkas Lintuningsih. Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.