Home Info Pati Pembunuhan Di Gabus Dilatarbelakangi Api Cemburu

Pembunuhan Di Gabus Dilatarbelakangi Api Cemburu

Pembunuhan Di Gabus Dilatarbelakangi Api Cemburu
Nug/Wartapati. Terduga Pelaku saat Konfres 22/10/18

Wartapati.com Pati – Kasus pembunuhan yang terjadi di depan SMPN 1 Gabus pada 19 Oktober lalu dilatarbelakangi karena api cemburu tersangka kepada korban. Cinta segitiga antara tersangka, istri tersangka dan korban menghiasi perkara pembunuhan tersebut.

Hal itu terungkap saat ungkap kasus di halaman Mapolres Pati, Senin siang (22/10/2018). Kapolres Pati AKBP Urti Nartanti didampingi Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana dan Kasubbag Humas Iptu Agung Suharyono mengatakan beberapa jam sebelum terjadi penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain itu, istri tersangka diajak bertemu oleh korban melalui telepon seluler.

Baca Juga : Kurang Dari 24 Jam, Polres Pati Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan di Gabus

“pukul 23.00 istri tersangka ditelepon oleh korban mengajak untuk bertemu.

“Tapi karena istri tersangka ini takut kemudian menolak dan melapor kepada tersangka. Tersangka yang dibakar cemburu meminta untuk bertemu dengan korban,” kata Kapolres Pati.

Namun pada pukul 00.00, korban kembali menghubungi istri tersangka dengan memaksa untuk bertemu. Istri tersangka tetap menolak namun setelahnya korban mengancam akan menghabisi istri dan keluarga tersangka.

“Dilakukan pengancaman. Akhirnya istri tersangka berjanji bertemu dan diikuti tersangka. Tersangka mengikuti dengan mengajak seorang temannya Kusyanto yang sampai saat masih melarikan diri,” lanjut AKBP Uri Nartanti.

Baca Juga : Autopsi Korban Dugaan Pembunuhan di Jalan Gabus-Tlogoayu

Ketika tersangka menyusul istrinya, lanjut kapolres, korban menelpon tidak dijawab istri tersangka. Melainkan dijawab tersangka ditanya ‘’apabila memang mau nekat datang ke rumah’’. Namun kemudian dijawab kembali oleh tersangka ‘’kalau memang laki laki agar menemui di depan SMPN 1 Gabus’’.

Dari komunikasi tersebut korban tidak menjawab. Tersangka mendatangi korban dengan mengajak seorang teman. Sesampainya di TKP, tersangka langsung mendatangi korban dan melayangkan parang yang dibawanya.

“Ditangkis oleh korban menggunakan bambu runcing. Namun kehilangan keseimbangan jatuh akhirnya dibacok sebanyak 8 kali. Setelah itu tersangka meninggalkan TKP bersama dengan saudara Anto,” kata kapolres.

Setelah pembacokan dan menghilangkan nyawa korban, selang 6 jam petugas berhasil menangkap pelaku di satu rumah temannya yang berada di Kecamatan Sukolilo.

“Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHPidana subsider 254, Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas AKBP Uri Nartanti.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.