Home Kesehatan Operasi Katarak Gratis di Hari Penglihatan Mata Dunia

Operasi Katarak Gratis di Hari Penglihatan Mata Dunia

69
0
SHARE
operasi katarak
Nug/Wartapati. Bupati Haryanto melihat proses operasi pasien katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD. Soewondo, Kamis (12/10).

Wartapati.com Pati – Operasi Katarak Hari Penglihatan Mata Dunia (World Sight Day) yang jatuh pada 14 Oktober 2017 dimanfaatkan Pemkab dengan bhakti sosial melalui operasi mata katarak gratis di RSUD. Soewondo, Kamis (12/10).

Sebanyak 32 penderita katarak yang tidak tercover program BPJS mengikuti bhakti sosial yang bekerjasama dengan Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Jateng. Bupati Haryanto menuturkan, operasi mata katarak gratis ini bermula ketika beliau bertemu dengan warganya yang kebetulan rawat inap karena katarak di RSUD. Warga tersebut tidak memiliki biaya dan belum mendaftar BPJS.
“Kami ketemu dengan direktur da wadir agar dibantu dan diselesaikan gratis. Kebetulan ada program ini yang gratis,” terang Haryanto usai melihat operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral (IBS).

Selain berterima kasih atas kerjasama dengan BKIM Jateng, Bupati mengimbau pada masyarakat untuk mendaftarkan diri mengikuti program BPJS yang menanggung pembiayaan perawatan dari daerah maupun nasional.

Semenatara itu pengampu program operasi mata katarak gratis BKIM Jateng, dr. Wahyu Setianingsih menuturkan, baksos yang bertepatan dengan momen hari penglihatan mata dunia merupakan upaya mencapai target, dimana tahun 2020 berhasil menurunkan 90 persen angka penderita katarak skala global.

“2020 sudah dekat, sehingga kita harus memercepat langkah kita. Salah satunya dengan turun kebawah bersama dengan dokter spesialis mata melalui kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Data yang dihimpun Kementrian Kesehatan, Jateng mendominasi 73,8 persen penderita katarak dengan total 176.977 penderita atau 2,7 persen dari jumlah penduduk provinsi.

“Jadi betul, imbauan Bupati agar semua ikut BPJS. Secara umu, usia harapan hidup kita naik, jadi usai 50 tahun keatas semakin bertambah. Sehingga untuk mengajar target, lari kita semakin cepat,” ungkap dr. Wahyu Setianingsih.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here