Home Politik NasDem Pemilih Pemula Generasi Millenial Bijak Berpolitik Via Medsos

NasDem Pemilih Pemula Generasi Millenial Bijak Berpolitik Via Medsos

SHARE
Pemilih Pemula
Nug/Wartapati. Reses anggota DPRD Jateng, Ali Mansyur fraksi Nasdem di Pati dihadiri pengurus DPD, DPC dan Elemen Muda, Minggu (3/12).

Wartapati.com Pati – Generasi millenial mendominasi jumlah pemilih pemula dalam rentetan Pemilu pada tahun depan, selain itu ativitas di media sosial (medsos) pun tergolong cukup banyak. Maka untuk memersiapkan pola pikir yang bijak dalam berpolitik, diperlukan adanya filter berpolitik di medsos.

“Medos kan tidak ada batasan ruang dan waktu, hingga lintas negara. Maka Cyber Army, ada orang yang mau menjaga moral melalui medsos. Nilai restorasi kami tuangkan dalam media sosial. Kami menjadi politisi yang baik, pemimpin yang tauladan,” kata Anggota DPRD Jateng, Ali Mansyur dalam reses kepada pengurus DPD, DPC dan kader muda NasDem di salah satu Restoran di Pati, Minggu (3/12).

Pemilih Pemula
Nug/Wartapati. Reses anggota DPRD Jateng, Ali Mansyur fraksi Nasdem di Pati dihadiri pengurus DPD, DPC dan Elemen Muda, Minggu (3/12).

Anggota Fraksi NasDem itu mengatakan, peranan medsos sangat mendominasi pola pikir generasi millenial yang berpengaruh juga dalam tindakan berpolitik.

Akses informasi seputar Pemilu pun diperoleh dari medos, maka pihaknya betul-betul memersiapkan generasi millenial untuk menggunakan suaranganya saat pemilihan

Ali Mansyur menggagas perlunya menyelenggarakan forum pendidikan berpolitik bagi pemilih pemula dilain waktu dengan menggandeng elemen muda dan pengurus DPC NasDem.

“Kami minta pengurus tingkat kecamatan, DPC hingga elemen muda, kedepannya kami mengajak pemilih pemula di forum lain dalam pendidikan pemilih pemula. Dimana gererasi millenial bergelut dengan medsos,” kata anggota DPRD Jateng dari Dapil III, selain agenda serap aspirasi saat reses.

Pendidikan berpolitik ini pun berdampak jangka panjang, lanjutnya, berpolitik tak hanya mencetak politisi yang terpilih untuk jangka waktu lima tahun menduduki kursi dewan, melainkan dari politisi mengarah ke negarawan.

“Bagaimana mereka berupaya serius di politik, karena politik isinya harus orang baik. Maka berdampak pada pengambilan kebijakan, orang baik akan membawa kebijakan yang baik melalui wadah yang mendapat legistimasi dari undang-undang dan parpol yang memersiapkan kader,” pungkasnya.[Nug]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.