Home Info Pati Milyaran Rupiah Petani Desa Pasuruhan Merugi Karena Kekeringan

Milyaran Rupiah Petani Desa Pasuruhan Merugi Karena Kekeringan

SHARE
Petani Desa Pasuruan
Nug/Wartapati. Area sawah kering kerontang tak ada suplai air irigasi.

Wartapati.com Kayen – Seluas 200 hektar sawah milik petani Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen puso akibat kekeringan musim kemarau saat ini. Bahkan petani setempat membiarkan sawahnya kekeringan sejak tiga bulan lalu karena kekurangan air dan merugi sampai 1,6 milyar rupiah karena puso.

Demikian ungkap Sekertaris Desa (Sekdes), M. Arwani ketika diwawancara wartapati.com, Rabu (13/9) di Balaidesa setempat. Petani Desa Pasuruhan Menurutnya tak hanya padi, jagung pun enggan dipanen karena ‘ngrapyak’ layu sebelum masa panen.

Selanjutnya : Kekeringan di Pati Juga Menyasar Sektor Pariwisata

“Mulai masa tanam hingga perawatan saat ini Petani Desa Pasuruhan merugi 7-8 juta perhektarnya. Kalau berhasil panen bisa mencapai 4-6 ton (80 zak) dikali 200 hektar total area sawah di Desa Pasuruhan. Kalau gagal seperi ini hanya mendapat 6 kwintal, itu paling banyak, ada juga yang tidak mendapat sama sekali. Bisa dihitung 80 zak dikali 200 hektar, 1600 zak nilainya 1,6 milyar rupiah,” terangnya.

Arwani menambahkan jika kondisi seperti ini tiap tahunnya menghampiri petani, dan diatasi dengan pompanisasi. Namun akhir-akhir ini petani enggan melakukan karena memicu hama tikus meski supali pupuk masih terkendali.

Baca Juga : [IKLAN] RM Pak Bodong Sajikan Ndas Manyung Dengan Rasa Klasik

Untuk memulai tanam, Petani Desa Pasuruhan memikirkan akhir September 2017 karena kabar air dari Waduk Kedungombo digelontorkan 15 September.

“Kami sangat mengharapkan gelontoran air waduk Kedung Ombo yang ada di Grobogan. Itu satu-satunya jalan keluar. Selain irigasi persawahan, air tersebut juga manfaat buat konsumsi air bersih bagi warga,” katanya dengan penuh harap.Nug

Comments

comments

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.